Kami kira hanya Biang keringat biasa, saat di cek ternyata.........
Kisah memoar hari ini. Setelah pulang dari RS.
Sebenarnya sudah lama kulit zahra merah-merah. Tapi masih biasa saja. Sampai tetangga pun mengira itu biang keringat. Memang cuaca dibekasi belakangan ini panas bingitss. Dirumah kami juga sering kegerahan. Apalagi malam yang hanya mengandalkan kipas angin :)
Maka, mereka yang pasalnya jauh lebih berpengalaman dari pada saya yang masih seumur jagung ini usia pernikahannya, memberikan saran untuk memakai ini dan itu.
Tidak langsung saya praktekan karena yang diusulkan bahan kimia semua. Seperti Salicyl, Caladyn, PK, bedak dingin dan sebagainya. Kami masih ingin coba yang alami dulu. Dengan salep kulit herbal serbaguna, tepung tapioka tapi adanya aci, dan zaitun (meski bagus untuk kulit, zaitun itu panas kata bubid, not recomended).
Dalam keseharian. Merahnya tidak hilang sama sekali namun, lebih baik. Lagi kambuh merah, gatal, rewel . Lagi tidak anteng saja namun merah itu tetap ada.
Hari demi hari.
Makin parah saja.
Sampai panik dibuatnya.
Akhirnya saya cari caladyn cari ke warung-warung karena sifatnya tidak serbuk. Jadi, gak seperti bedak yang terbangan kemana-mana serbuknya.
Kemudian kering tuh pakai caladyn cair. Tapi, bener bener kering kulitnya seperti kerak.
Tapi, ini belum berakhir.
Kulitnya masih suka kambuh setiap hari.
Sampai tetangga sering komen kulit zahra yang memerah terlihat ditangannya ,
gak tega lihatnya : mendengar kalimat ini hancur rasanya. Mang nya saya gak tega buuuu.... Ahhhh Tapi ya sudahlah senyumin aja atuh orang tua yach...
Singkat cerita hampir satu bulan proses penyembuhan dirumah. Sampai saat ....
Pagi zahra nangis terus. Tangannya garuk garuk badan.
Badan semakin memerah
Maa syaa Allah, gak tega lihatnya. Segala cara kami upayakan. Namun, alangkah sabarnya anak ku ini. Setiap di gendong dia merasa lebih nyaman. Jadi, lebih kuat untuk menahan sakitnya itu. Dia lebih anteng saat di gendong dan disusui.
Siang tidur.
Setelah bangun gitu lagi. Sampai kita balurkan bedak dingin alami yang terbuat dari tepung. Sudah anteng. Setelah kering kami bilas dengan air mandi biasa. Sesaat kemudian, rewel lagi. Garuk garuk lagi sampai keluar air gitu. Dan agak berbau amis saya cium. Ya rabbb....
Langsung saya siap siap saat mendekati azan ashar. Setelah suami selesai solat. Langsung saya ajak ke bidan langganan.
Keadaan kulit zahra saat itu...
√Merah sekujur badan, leher, selangkangan,tangan, kaki.
√ dibagian perut kulitnya kering mengelupas ngelupas
√ keluar air yang gatal karena kulit ari yang mengelupas itu tadi
Tapi, maa syaa Allah nak alangkah sabarnya dirimu. Ia tetap tenang saat kami tenangkan. Ia sabar menahan perih yang luar biasa itu. Kami terus beristigfar. Ya rabb...
Ketika bidan mengecek,
"Yang jelas ini sebabnya bukan biang keringat. Saya takut salah kasih diagnosa dan obat. Lebih baik ke dokter anak atau spesialis kulit" jelas bubid.
"Perkiraan ibu ini dari mana ya" saya kepo karena khawatir
"Saya tidak bisa pastikan mungkin bisa dari virus. Tapi bukan virus yang diimunisasi itu. Virus dari binatang atau lainnya. Saya kurang paham ke dokter saja " jelas bubid lagi.
Terbayang RS tahu kan rasanya. Siapa juga yang mau berurusan dengan RS apalagi jaman Now gak pakai BPJS. Kami belum pindah bpjs masih dijakarta. Kata bubid ini gak bisa di tunda-tunda lagi harus secepatnya kasihan zahra menahan perih.
Akhirnya kami ke RS terdekat dengan jalan Umum. Dan lama juga nunggunya. Dari ba'da ashar itu sampai Isya !!
Akhirnya nama Zahra dipanggil.
Ini dia kata dokter (terkait sakitnya)
Pesan Dokter:
A. Kulit
1. Nama penyakitnya:
Kontak dermatitis berawal dari alergi bahan kimia.
2. Sebab : bisa lewat bedak, minyak telon, sabun, detergen, dll
3. Pesan supaya tidak terulang jangan pakai lagi minyak telon
4. Pakai sabun mandi khusus kulit sensitif. Ex: Lactacyd
5. Mandi gunakan air biasa ,sejuk.
6. Karena minum ASI ibu jangan makan teri, ikan asin, susu sapi.
7. Penggunaan obat:
Setelah mandi kompres kulit yang sakit kemudian oles salep sebagian2 (tidak langsung keseluruhan)
8. Perbanyak susu kedelai bagus untuk kulit dan badan
***
Tanpa BPJS, itu kami kena 3ratus ribuan keseluruhannya.
***
Pulanglah.
Langsung kami obati Zahra meskipun diobatin sampai digendong-gendong biar gak meronta. Kemudia ia bermain , menyusui, dan tidur.
Semoga kedepannya membaik. Tidak terulang kembali, dan sehat sentosa. Aamiin
Kisah memoar hari ini. Setelah pulang dari RS.
Sebenarnya sudah lama kulit zahra merah-merah. Tapi masih biasa saja. Sampai tetangga pun mengira itu biang keringat. Memang cuaca dibekasi belakangan ini panas bingitss. Dirumah kami juga sering kegerahan. Apalagi malam yang hanya mengandalkan kipas angin :)
Maka, mereka yang pasalnya jauh lebih berpengalaman dari pada saya yang masih seumur jagung ini usia pernikahannya, memberikan saran untuk memakai ini dan itu.
Tidak langsung saya praktekan karena yang diusulkan bahan kimia semua. Seperti Salicyl, Caladyn, PK, bedak dingin dan sebagainya. Kami masih ingin coba yang alami dulu. Dengan salep kulit herbal serbaguna, tepung tapioka tapi adanya aci, dan zaitun (meski bagus untuk kulit, zaitun itu panas kata bubid, not recomended).
Dalam keseharian. Merahnya tidak hilang sama sekali namun, lebih baik. Lagi kambuh merah, gatal, rewel . Lagi tidak anteng saja namun merah itu tetap ada.
Hari demi hari.
Makin parah saja.
Sampai panik dibuatnya.
Akhirnya saya cari caladyn cari ke warung-warung karena sifatnya tidak serbuk. Jadi, gak seperti bedak yang terbangan kemana-mana serbuknya.
Kemudian kering tuh pakai caladyn cair. Tapi, bener bener kering kulitnya seperti kerak.
Tapi, ini belum berakhir.
Kulitnya masih suka kambuh setiap hari.
Sampai tetangga sering komen kulit zahra yang memerah terlihat ditangannya ,
gak tega lihatnya : mendengar kalimat ini hancur rasanya. Mang nya saya gak tega buuuu.... Ahhhh Tapi ya sudahlah senyumin aja atuh orang tua yach...
Singkat cerita hampir satu bulan proses penyembuhan dirumah. Sampai saat ....
Pagi zahra nangis terus. Tangannya garuk garuk badan.
Badan semakin memerah
Maa syaa Allah, gak tega lihatnya. Segala cara kami upayakan. Namun, alangkah sabarnya anak ku ini. Setiap di gendong dia merasa lebih nyaman. Jadi, lebih kuat untuk menahan sakitnya itu. Dia lebih anteng saat di gendong dan disusui.
Siang tidur.
Setelah bangun gitu lagi. Sampai kita balurkan bedak dingin alami yang terbuat dari tepung. Sudah anteng. Setelah kering kami bilas dengan air mandi biasa. Sesaat kemudian, rewel lagi. Garuk garuk lagi sampai keluar air gitu. Dan agak berbau amis saya cium. Ya rabbb....
Langsung saya siap siap saat mendekati azan ashar. Setelah suami selesai solat. Langsung saya ajak ke bidan langganan.
Keadaan kulit zahra saat itu...
√Merah sekujur badan, leher, selangkangan,tangan, kaki.
√ dibagian perut kulitnya kering mengelupas ngelupas
√ keluar air yang gatal karena kulit ari yang mengelupas itu tadi
Tapi, maa syaa Allah nak alangkah sabarnya dirimu. Ia tetap tenang saat kami tenangkan. Ia sabar menahan perih yang luar biasa itu. Kami terus beristigfar. Ya rabb...
Ketika bidan mengecek,
"Yang jelas ini sebabnya bukan biang keringat. Saya takut salah kasih diagnosa dan obat. Lebih baik ke dokter anak atau spesialis kulit" jelas bubid.
"Perkiraan ibu ini dari mana ya" saya kepo karena khawatir
"Saya tidak bisa pastikan mungkin bisa dari virus. Tapi bukan virus yang diimunisasi itu. Virus dari binatang atau lainnya. Saya kurang paham ke dokter saja " jelas bubid lagi.
Terbayang RS tahu kan rasanya. Siapa juga yang mau berurusan dengan RS apalagi jaman Now gak pakai BPJS. Kami belum pindah bpjs masih dijakarta. Kata bubid ini gak bisa di tunda-tunda lagi harus secepatnya kasihan zahra menahan perih.
Akhirnya kami ke RS terdekat dengan jalan Umum. Dan lama juga nunggunya. Dari ba'da ashar itu sampai Isya !!
Akhirnya nama Zahra dipanggil.
Ini dia kata dokter (terkait sakitnya)
Pesan Dokter:
A. Kulit
1. Nama penyakitnya:
Kontak dermatitis berawal dari alergi bahan kimia.
2. Sebab : bisa lewat bedak, minyak telon, sabun, detergen, dll
3. Pesan supaya tidak terulang jangan pakai lagi minyak telon
4. Pakai sabun mandi khusus kulit sensitif. Ex: Lactacyd
5. Mandi gunakan air biasa ,sejuk.
6. Karena minum ASI ibu jangan makan teri, ikan asin, susu sapi.
7. Penggunaan obat:
Setelah mandi kompres kulit yang sakit kemudian oles salep sebagian2 (tidak langsung keseluruhan)
8. Perbanyak susu kedelai bagus untuk kulit dan badan
***
Tanpa BPJS, itu kami kena 3ratus ribuan keseluruhannya.
***
Pulanglah.
Langsung kami obati Zahra meskipun diobatin sampai digendong-gendong biar gak meronta. Kemudia ia bermain , menyusui, dan tidur.
Semoga kedepannya membaik. Tidak terulang kembali, dan sehat sentosa. Aamiin
Tags:
Pengasuhan Anak
