FATIMAH AZ ZAHRA EPS-2

Lanjutan dari Episode 1
***************************

6. Kehidupan Yang Berat
***************************
Siapa bilang kalo Fatimah hidupnya serba enak ???

Inget nih untuk menjadi sesuatu yang hebat itu perlu tahan uji. Setuju??

 Jadi jangan GeeR kalau hidupmu bagimu :
Serba Enak terus.

 Serba diturutin.

Serba sama dengan keinginanmu.

 Ingat hidup enak terus-terusan cuma di Surga.

 Inget !
(Ya, saya harus inget itu! Ini kan saya yang nulis saya juga ntar yang baca kapanpun itu. Hehe)
..

Bayangin ya, kita dulu tukang es krim lewat.
"Mah jajan"

 Naik odong-odong di TimeZone..
trus lari-larian main petak umpet....
Wah menyenangkan sekali. Beban pikiran sepertinya hanya ingin mainan dan jajan.

Lah, Fatimah masih kecil yang seharusnya hidup dalam pertumbuhan yang baik .

Tau gak???

 Fatimah kecil hidup dalam Boikot  kafir Quraisy yang Jahat. Bani Hasyim dibawah pimpinan Abu Thalib. Masih satu keluarga tapi menjadi musuh Islam.

Fatimah kecil melihat dengan MATA KEPALA sendiri betapa hebohnya saat itu para perintis Islam melawan musuh.

Bukan cuma melihat penganiayaan fisik

Tapi juga banyak gerakan permusuhan seperti boikot total terhadap abinya Fatimah dan keluarga.

 Semua bidang termasuk ekonomi dan sosial. BOIKOT !!!

Belum lagi dikepung rapat dalam Syi'ib lebih dari 3 tahun.

Kalo kita paling ya di kepung di kamar mandi selama 3 menit. Trus disiram Air Bak. LoL.

Fatimah kecil hidup dalam suasana Perang. Ngeri kan !

Coba anda bayangkan Bapak anda, Papah anda, Ayah anda, ysng anda sayangi itu diejek, dihina, disakiti dan anda melihat dengan mata kepala anda sendiri, anda juga benar-benar merasakannya.

Nah, itu lah yang dialami Fatimah Az Zahra. Betapa tegarnya ia.

7. Piatu

Fatimah ditinggal uminya yang tercinta, Khadijah r.a. di tahun ke 10 bi'tsah.

Usia Fatimah masih muda belia. (Lahirnya kan 5 th sebelum bitsah, jadi kurleb saat Fatimah 14 tahun ya).

 Plus wafat juga kakeknya (pamannya nabi Muhammad), Abu Thalib di tahun yang sama. Beliau pengawal dan pembela Rasulullah SAW

Betapa sedihnya tahun itu.

 Belum lagi Fatimah merasakan dan melihat betapa sedih hati abinya yang ditinggal istri tercinta.

Kini kasih sayang ibu yang telah tiada dialihkan oleh abinya Fatimah.

Rasulullah SAW memberikan kasih sayang kepada Fatimah berlipat ganda. Putri Tercinta.

8. Ibu dari Bapaknya

Fatimah diberi gelar UMMU ABIHA oleh Rasulullah SAW arti secara bahasa IBU dari Bapaknya.

 Yaa, saking cintanya Fatimah kepada bapaknya sendiri, sebagaimana  seorang ibu kepada anaknya.

Begitulah cintanya Fatimah kepada abinya sendiri.
Perhatian, kelembutan, kasih dan sayang.

9. Hijrah

Rasulullah dan seluruh follower beliau pindah domisili dari Kota Mekah ke Kota Madinah. Hijrah.

 Itupun bukan atas kemauan sendiri loh.

 Tapi, dilakukan setelah sampai perintah Allah kepada Rasulullah lewat Malaikat Jibril.

 Maa syaa Allah begitu nurut nya , patuhnya. Kalau di suruh ya baru pergi.

 Kalau dibilang jangan ya gak bakal tuh.

 Kalau orang kekinian? Hehe (saya kan orang masa kini)

Banyak ngeyel nya. Seakan-akan lebih tau konsekuensi dibanding tuhannya. Astagfirullah.

10. Rumah di Madinah

Fatimah tinggal seatap dengan abinya.

Sebagai pemimpin ummat, rumahnya bukan rumah mewah bertingkat.

Sangat sederhana.
Hanya beberapa ruangan inti. Rumahnya menghadap halaman Masjid.

Bangunannya ada yang terbuat dari:
-Batu bata yang disusun lalu direkat dengan tanah.
-batang kurma
-pelepah kurma.
-atapnya terbuat dari pelepah kurma yang disusun.

Jarak lantai ke atap tidak tinggi. Infonya? dari Al Hassan bin Ali r.a. Ketika ia masih remaja, setiap masuk rumah Rasulullah SAW  ia dapat megang atapnya 😲

 See? jauh banget sama rumah jaman now.

Dimana jika ingin pasang bohlam aja harus naek tangga kalau gak ada pake meja ditumpuk kursi baru nyampe. Ada juga yang harus pake tongkat pasang bohlam saking tingginya itu atap rumah.

Terus..

Perabotan .. Perkakas yang ada didalam rumahnya sangat sederhana, kasar, dan dibawah standar. Gak level banget deh sama orang kekinian.

Jadi mikir, kalo ada tetangga kita yang kek
gitu yakin deh dicibir kalo gak dibully. "Pelit amat sih hidupnya beli gituan aja kagak bisa". Hmmm...

Tempat tidur beliau terbuat dari kayu yang diperlunak dengan kasur.

Eits....
Kasurnya bukan springbed kayak kamu bisa dipakai loncat mantul-mantul ke atas loh.

Tapi dari serabut pohon kurma. Maa syaa Allah.

To be continue......

3 Comments

  1. Wuaaaah aku kira Fatimah hidupnya adem ayem, ternyata susah
    Harus belajar banyak dari Fatimah

    Btw, penulisan 'Anda' yang benar adalah 'Anda' bukan 'anda' soalnya merujuk ke sapaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mbak..kita mah mngkin gk sbrapa dbnding beliau..
      Wuahh mksh atas ilmu bhasanya :)

      Delete
  2. Upload juga di grup FB KBM dong ...

    ReplyDelete
Previous Post Next Post