Jika Istri Berpenghasilan, Suami Wajib Baca !








Bismillaah

Jika istrimu berpenghasilan, bukan berarti kewajibanmu untuk menafkahinya telah selesai.

Penghasilannya adalah haknya, dan kewajibanmu untuk tetap menafkahinya adalah keniscayaan.

Bertanya tentang berapa penghasilannya pun tidak pantas, apalagi jika memintanya untuk memenuhi kebutuhanmu sendiri, jangan! Itu berat, jangan gadaikan harga dirimu sebagai laki-laki.

Jangan sebab istrimu berpenghasilan maka engkau merasa "nyaman" bahwa tanggung jawabmu telah usai. Dia istrimu tulang rusukmu, bukan tulang punggungmu. Kelak bukan dia yang dimintai pertanggungjawaban tapi engkau.

Sepakati bagaimana manajemen keuangan saat istrimu bekerja, jangan sampai ia merasa tarzalimi, karena jika hatinya tidak rida, dadanya sesak atas perlakuanmu, maka Rahmat Allah tak akan sampai di rumahmu.

Jika pun dia ikhlas sebab penghasilannya digunakan untuk menghidupi engkau dan anak-anak maka hargailah dia dengan terus berusaha mencari penghasilan yang cukup, karena ia akan menghargai ikhtiarmu bukan selalu menilai hasilmu. Dia akan melihat tanggung jawabmu.

Jika penghasilanmu telah cukup untuk memenuhi kebutuhanya maka jangan kikir, jangan perhitungan padanya, bukankah dia yang telah mengurusmu dan anak-anakmu, maka pantaskah engkau kikir kepadanya? Dan jika mungkin pensiunkan dia dari pekerjaannya, sibukkan dia dengan surga di rumahmu.

#inaqdaima
Sumber WAG Riyadhoh

Post a Comment

Previous Post Next Post