Program Tahfidzul Qur'an untuk anak: Metode Tabarak

Bismillah,
Planning untuk hafalan Qur'annya Zahra pakai Metode Tabarak ya, menurut data sudah terbukti teruji bagus untuk semua anak in syaa Allah.

Kenapa dimasa kecil anak? Gak kasian??
Justruuu waktu terbaik!

Keutamaan dalam menghafal Al-Qur’an ketika masih kecil, yaitu tercampurnya Al-Qur’an di dalam daging dan darah anak tersebut, disegerakan mendapat pahala untuk anak dan kedua orang tuanya, tertolaknya bala bagi keluarga anak tersebut, dan tertanamnya hafalan Al-Qur’an di otak anak tersebut seperti ukiran di atas batu. (Dalilnya ada, tapi gak mau saya tulis disini kepanjangan, cari aja ya, hehe ada ko k)


Yuk lanjutttttt....
 Ini dia seputar Metode Tabarak...

Kurikulum Metode tabarak sendiri terdiri dari 7 level dengan perincian sebagai berikut:

Syarat sebelum memakai kurikulum Tabarak ini : hafal 9 surat pendek terlebih dahulu.

Level 1 = 180 jam pembelajaran, materi Juzz Amma, Huruf dan Tanwin.

Level 2 = 300 jam pembelajaran, materi Juzz 29 dan belajar membaca.

Level 3 = 300 jam pembelajaran, materi Surat Al-Baqarah s/d Ali Imran

Level 4 = 300 jam pembelajaran, materi Surat An-Nis' s/d Al-Anfal

Level 5 = 300 jam pembelajaran, materi Surat At-Taubah s/d Thaha

Level 6 = 300 jam pembelajaran, materi Surat An-Nabiya' s/d Fathir

Level 7 = 320 jam pembelajaran, materi Surat Yasin s/d Al-Tahrim

Masing - masing level mengadaka Ujian 2 kali dan Rihlah (Jalan-jalan) 1 kali.

Maa syaa Allah, keren kurikulumnya!
Btw, apa itu metode tabarak? Gimana ceritanya bisa begitu... Hihi

Jadi.....

Metode Tabarak itu berasal dari Mesir yang ditemukan oleh Syaik Dr. Kameel El-Laboody yang telah menghantarkan ketiga anaknya menghafalkan Al Qur'an 30 Juz sebelum usia 5 tahun.Program Tabarak disusun berdasarkan pengalaman pribadi Dr. Kamil el-laboody dibantu istrinya, Dr. Rasya, terhadap anaknya Tabarak dan Yazid Tamamuddin.yang berhasil hafal Al Qur'an 30 Juz pada usia 4,5 tahun, sedangkan Zeenah hafal dalam usia kurang dari 5 tahun. 

Hafalan anak-anak Dr.El-Laboody yaitu Tabarak, Yazzid, dan Zaenah telah diuji oleh lembaga Al-Jami’yyah al-Syar’iyyah li Tahfidz Al-Qur’an di Jeddah dan mendapatkan nilai Mumtaz !.

Tabarok mulai menghapal sejak usia 3 tahun. Pada masa-masa awal menghapal, Tabarok belum menghapal Al-Qur’an dengan cara membaca. Bacaan Al-Qur’an hanya diperdengarkan sambil mulai diperkenalkan pula pada huruf dan harakat Al-Qur’an. 

Semua interaksi Tabarok dengan Al-Qur’an ini dicatat oleh sang ibunda. Catatan perkembangan anaknya inilah yang kemudian disusun menjadi kurikulum Metode Tabarak dari Level 1 sampai Level 7.

Hafalan Tabarak dimulai dari surat An-Naba hingga selesai juz 30. Hapalan dimulai dari juz 30 karena ayat-ayatnya yang relatif pendek-pendek dan sederhana. Setiap selesai dari suatu program hapalan, Dr. Kamil memberi Tabarok hadiah. Durasi hapalan di masa-masa awal cukup dengan ½ sampai 1 jam. 

Durasi 1 jam ini tidak harus dijalankan selama 1 jam penuh, tetapi boleh diselingi dengan bermain. Hanya saja, total jumlah waktu hapalan per hari harus konsisten mencapai minimal 1 jam.

Ketika Tabarok berhasil menyelesaikan juz 30 ini, hadiah besar diberikan kepada Tabarok. Juz 30 ini berhasil diselesaikan oleh Tabarok dalam 4 bulan. Setelah  juz 30 selesai, hapalan dilanjutkan dengan juz 29. Hapalan juz 29 ini sudah dilakukan dengan cara membaca. Ketika selesai juz 29, hadiah kembali diberikan kepada Tabarok. Kedua juz ini menjadi pondasi dasar dari hapalan-hapalan berikutnya yang dimulai secara berurut dari Al-Baqarah hingga akhirnya menyelesaikan 30 juz ketika berusia 4,5 tahun.


Setelah berhasil terhadap anaknya, kemudian Dr. Kamil mengembangkannya dalam Proyek Tabarak. Proyek Tabarak ini adalah sebuah paket kurikulum dalam pembelajaran Al-Qur'an dan disusun berdasarkan pengalamannya menjadikan ketiga anaknya menjadi penghafal Al Qur'an sebelum usia 5 tahun dalam kurun waktu 2,5 tahun.

 Jadi kurikulum Tabarak adalah terdiri dari hasil catatan kedua orang tuanya terhadap hasil yang telah diterapkan pada anaknya, artinya bahwa metode ini sudah diuji dan terbukti berhasil pada ketiga anaknya.

Pada perkembangannya Proyek Tabarak mulai diujicobakan pada anak di luar Mesir dan Arab dan hasilnya tidak jauh berbeda dengan pencapaian Tabarak dan kedua adiknya. Artinya metode ini sudah terbukti bisa diduplikasi oleh anak lain, sehingga program tersebut dikembangkan ke beberapa negara termasuk Indonesia pada tahun 2016.

Tuh kan cocok nya bukan buat anaknya Founder aja. Mudah-mudahan cocok juga dengan anak kami. Aamiin yaa Allah.

Oh iya, kenapa syaratnya diharuskan menghafal 9 surat pendek terlebih dahulu???

sebab anak yang sudah memiliki hafalan surat pendek setidak-tidaknya dia sudah terbiasa berinteraksi dengan Al Qur'an sehingga anak lebih siap untuk mengikuti metode Tabarak. Bagi yang akan membuka atau baru merintis Markaz Tabarak tolong perhatikan SOP minimal surat hafalan anak agar tidak mengalami kendala seperti yang kami hadapi.

Ikuti saja SOP-nya karena metode ini adalah hasil catatan dan eksperimen Syaik Dr. Kameel El-Laboody terhadap ketiga anaknya. 

Kita tidak usah bereksperimen lagi dengan kurikulumnya, kalaupun ada perubahan-perubahan itu selama tidak merubah kurikulum sah-sah saja sebab pasti kita mendapati hasil yang berbeda di lapangan sehingga masih butuh penyesuaian.

Langkah Sebelum Menghafal :

1.      Niat Ikhlas mencari ridha Allah SWT; berlindung kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya agar anak dapat menghafal al-Qur’an yang mulia dengan sempurna. Berikan penjelasan kepada anak tentang pentingnya hal tersebut dalam hidupnya dengan gambaran yang bisa dipahaminya.

2.      Berdoa pada waktu-waktu mustajab; seperti hari jum’at, waktu turun hujan, waktu antara adzan dan iqomah, waktu seperempat malam, setelah khatam al-Qur’an dan lain sebagainya.

3.      Menentukan jadwal harian untuk menghafal bersama anak; dengan memasang alarm di handphone yang waktunya sama setiap hari. Sebaiknya waktu tersebut tidak berdekatan dengan kegiatan pokok lainnya, bisa juga sebelumnya. 

Setiap harinya dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi seperti kurma, susu, madu, zaitun, zabib dan lain sebagainya. Penting sekali bagi orang tua untuk ikut menemani anak dalam menghafal sehingga segala kegiatan untuk sementara diberhentikan seperti menyalakan HP, berfacebook ria, membaca Koran dan lainnya.

4.      Menyiapkan kotak hadiah yang dibungkus dengan warna menarik; dan ditulisi “hadiah alQur’an”. Kotak ini terdiri dari hadiah yang disukai anak terbagi menjadi tiga macam hadiah (hadiah yang paling disukai, hadiah yang disenangi, dan hadiah biasa), lalu diletakkan di tempat yang bisa dilihat dan agak tinggi serta jauh dari jangkauan anak-anak.

 Mereka tidak bisa melihat isinya sama sekali namun mereka akan mendapatkan hak hadiah itu jika mereka berhasil menghafalkan satu surat misalnya.

Langkah Ketika Menghafal :

5.      Setelah menyediakan tempat yang cocok dimana anak bisa berkonsentrasi dan jauh dari gangguan, ketika alarm tanda belajar tiba, maka pengajar (ayah atau ibu) duduk bersama anak kemudian memulai menghafal. 

Pertama dengan cara menyaksikan dan mendengarkan rekaman CD murattal seperti Syeikh al-Khushary, al-Minsyawy, Muhammad Ayyub, al-Hudzaifi dan lainnya, dengan cara mengulang-ulangi bacaan sebanyak paling tidak 20 kali.

6.      Memulai hafalan dari surat al-Naba’; semua sesuai dengan kemampuannya, tapi mereka harus punya target hafalan sempurna dan bertambah setiap minggunya secara berurutan. Kemudian anak menyimak dan berbeda sesuai kemampuan bicara dan umumnya kadang guru menjumpai kesulitan menghubungkan antar ayat dengan mengikuti rekaman sebagaimana disebutkan dalam langkah nomor 5. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menyaksikan dan mendengarkan rekaman CD al-Qur’an yang lebih cepat seperti bacaan Syeikh al-Sudais, al-Syuraim, dan al-Ghamidy sehingga tersambung kembali antara yang terputus dengan ayat yang dipelajari pada hari itu.

Langkah Setelah Menghafal :

Memberikan hadiah kepada anak setelah 3 kali untuk membangun motivasi dan diiringi penjelasan tentang urgensi dan ganjaran menghafal al-Qur’an baik di dunia maupun di akhirat. Dengan menyempaikan yang tidak memberatkan, membangun kecintaan dan bukan menakut-nakuti. Kemudian pengajar berdoa agar diberi kemantapan hafalan dan keduanya diberi kemampuan mengamalkan apa yang terkandung dalam kitabullah berupa perintah dan menjauhi larangan Allah SWT, lalu anak-anak mengucapkan “amin”.

Referensi:
1. https://mobile.facebook.com/RumahQuranSavaty/posts/2024328797829261?_rdc=1&_rdr

2. Mprotaba.blogspot.com

3. Senata-Prasetia.blogspot.com

4. Blogspotnya: zulkarnen juli

1 Comments

  1. jazakillah khoir info nya ummu smoga dapat menjadi salah satu ladang pahala dari ilmu yg bermanfaat, dan semoga Allah memudahkan anak2 kami untuk menghafal 30 juz

    ReplyDelete
Previous Post Next Post