Tugas Kuliah Konsep Pendidikan Islam Orisinal

Bismillah

Nama : Novia Fajriani Putri
Judul  : Kurikulum Madrasah Al Uula


          Jika kita mendidik generasi kita sama dengan orang-orang terdahulu kita, maka hasilnya adalah generasi kita sama dengan kita atau tidak jauh dari kita, ya begini saja. Seperti halnya sebagian besar dari kita, dari kecil yang diutamakan adalah ilmu dunia terlebih dahulu. Ilmu-ilmu yang pada hukum aslinya adalah 'fardhu kifayah'. Sementara, untuk ilmu-ilmu yang hukum aslinya 'fardhu ain' dikesampingkan bahkan banyak yang dibelakangkan. Miris sekali bagi umat muslim di negeri tercinta ini.

          Jika kita mau melihat bagaimana para ulama besar dulu diajarkan, maka hasilnya atas izin Allah tidak jauh dari itu.  Meskipun kita tidak bisa persis sama mencotohnya karena perbedaan zaman. Seperti mereka yang saat masa kecil mengutamakan Al Quran diatas ilmu-ilmu dunia.  Dan mereka sukses guncangkan dunia tidak dengan ilmu ukhrowi saja namun juga dengan ilmu-ilmu duniawi. Cerdas yang bertambah - tambah.


          Kita biasa menyebutnya, golden age atau usia emas. Itulah, masa mengukir ilmu diatas batu. Saat usia tersebut para ulama terdahulu memfokuskan pada pelajaran-pelajaran yang hukumnya fardhu 'ain. Apa saja itu? Seperti tauhid, mempelajari ilmu Al Quran dan hadits, fiqih, dsb.

          Contoh sederhana kita bisa bandingkan jika kita sekolah dasar biasa saja tanpa target hafalan quran selama 6 tahun kemudian lulus. Lalu, bagaimana? Biasa saja dia harus melanjutkan ke jenjang menengah pertama dst. Kecerdasan yang standar.

          Namun, ketika kita selama 6 tahun sudah khatam Al Quran dalam kepala. Lalu, bagaimana? Hasilnya akan luar biasa dan diluar dugaan si empunya sendiri. Allah limpahkan rahmat, kecerdasan melimpah.

          Bisa saja terlambat ketika sudah besar mempelajarinya namun tetap saja beda usaha, beda hasil. Jika pada saat itu adalah mengukir di atas batu, maka sekarang mengukir di atas pasir pantai.


          Saat-saat usia emas ini lah sang anak memiliki guru dirumahnya yakni orang tua terutama ibunya sebagai madrasah al ula sebelum anak beranjak ke sekolah diluar sana. Lalu, bagaimana anak yang sudah kehilangan ortu? Tetap harus ada pengganti peranan tersebut dengan kakek nenek , paman bibi, dsb.

          Saya teringat dengan materi kuliah pekan lalu dimana kurikulum atau silabus merupakan hal penting yang harus dimiliki pendidik jika ingin tujuannya tercapai dengan baik. Tidak hanya guru disekolah, namun para Ibu seharusnya juga memiliki silabus atau kurikulum tersebut agar tujuan pendidikannya tercapai dengan baik karena ibu adalah sekolah pertama katanya. Akhirnya, saya menyebutnya "Kurikulum Madrasah Al Uula"
Kurikulum ini disusun per 3 tahun. Patokan yang diambil dari hadits nabi yang menyebutkan usia 7 tahun anak diperintahkan untuk sholat dan pada usia 10 tahun dibolehkan untuk memukulnya jika tidak ingin solat. Selisih dari tahun ke 7 ke tahun ke 10 adalah 3 tahun. Maka, kami ambil patokan per 3 tahun usia anak. Agar bisa dilihat lebih mudah dan sederhana, kurikulum ini saya buatkan dalam bentuk graphis.

Berikut kurikulum dalam bentuk graphis

Semoga dengan adanya kurikulum untuk para ibu ini bisa menambah semangat dalam mendidik anak-anaknya dirumah.


Referensi:
Al Qur'an dan Hadits
Resume Kuliah WhatsApp parenting bersama Ustadz Herfi Ghulam Faizi,Lc.


Post a Comment

Previous Post Next Post