Ternyata Baper itu Anugrah Wanita #BerhentiNgeluh

Baper
Baper

“Jutaan wanita bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan sifat baper tiap hari untuk mewujudkan cita-cita tanpa perlu mengeluh dirumah dan Anda adalah salah satunya!
Sejujurnya, itulah yang menghentikan saya, saya mengerti seberapa jauh ketidaktahuan saya dari dunia kebaperan. Saya menonton Ceramah Ustadz Adi Hidayat tentang fitrah wanita dan saya berpikir..... WoooW, banyak emak emak menghasilkan sukses dari kebaperan.”
(by: Novi, bukan Budi)


Baiklah, itu opening aja ya gaes, hehehe.
Lagi viral-viralnya tuh, katanya...

Pekan ini kami dapat tantangan nulis bertema tentang BERHENTI.
Enaknya berhenti apa ya......

Berhenti nulis aja deh capek!

Eh, jangan donks....

Mungkin,edisi berhenti ngeluh kali ya !
Haha

Padahal itu tuh sesuatu yang gak masuk akal ya gaes seumur hidup gak pernah ngeluh. Kan, fitrahnya manusia ? Tapi, gak ada salahnya kan kita punya tekad untuk melatih diri supaya berhenti mengeluh?

Supaya bisa jadi manusia lebih bersyukur, apapun situasi kondisinya. Bukan lagi enaknya doank, enak gak enak semuanya perlu disyukuri agar Allah makin bangga.

Baiklah,
Pekan ini saya akan menulis intisari dari salah satu kajian UAH dalam kelas Quran khusus Ibu Rumah Tangga di Bekasi tempo doeloe. Beberapa bulan yang lalu sih, sekalian refresh kembali apa yang disampaikan beliau.

Karena diri ini sangat butuh di charge tiap saat yah. Udah di charge aja masih kayak gini , duh. Apalagi, gak di charge sama sekali. Kebetulan pengen move on dari ngeluh ini karena bisa merugikan diri sendiri. Dan saya udah ngerasain banget banget gak enaknya sekarang, hiks.
Kapok rasanya!

Mudah-mudahan Allah mudahkan kita semua untuk mengaplikasikan ilmu ini ke dunia nyata, aamiin.

Biasanya, ibu lebih banyak permasalahan dibandingkan ketika ia masih single . Sementara seorang Ibu punya tanggung jawab besar terhadap masa depan anaknya.

Jadi, ceramah ini cucoook bangettt buat kaum emak-emak dan calon emak (Buat bapak2 gak papa untuk di share nanti ke ibuk nya yaaa)

Kadang-kadang seorang ibu yang tidak kenal karakteristik atau fitrah yang Allah lekatkan pada dirinya saat mengalami situasi tertentu. Fitrah ini kemudian hadir. Tapi, tidak diarahkan kepada yang semestinya maka terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan. bahkan tidak produktif untuk kebaikan keluarga. 

Mari kita hadirkan Quran surat 4 Anisa ayat pertama. Ketika menunjuk pada perempuan "kholaqo minha zaujaha" Ingat kata zaujaha di sini berarti pasangan kalau ini diartikan Adam berarti pasangan Adam yakni Hawa seorang perempuan. Setiap disebutkan Zauj, Bukankah artinya pasangan? Kalau sudah berpasangan berarti sudah berumah tangga. Sebelum Hawa statusnya diangkat oleh Allah menjadi Ibu, disebutkan oleh Allah sifat penciptaannya. Dan sifat itu akan dibawa ketika Ibu merawat anak-anaknya. Atau juga menjalankan fungsi rumah tangga bersama suami.

Apa diantara karakteristik itu?
Kata Zauj kalau dalam English, itu couple. Bukan sekedar pasangan saja, tapi menyempurnakan.
Jadi, kalau gak ada yang ini, itu tidak sempurna.

 Sendal kalau yang kiri saja tidak sempurna tanpa ada yang kanan.

Jadi, ada kelebihan perempuan yang tidak dimiliki laki-laki dan itu sifatnya menyempurnakan dalam kehidupan. Kekurangan yang ada pada suami, itu menjadi kelebihan istri. Begitu sebaliknya. Contoh sederhana, suami pemarah. Istri nya penyabar.

Bukan malah mengungkit-ungkit kekurangan suami. Tapi, tutupi kekurangan suami dengan kelebihan istri yang gak dimiliki suami.

Wa kholaqo minha, Allah menciptakan Ibu/Perempuan ini dari satu jenis bagian yang sama. Jadi, jika adam manusia pasangannya manusia juga, adam dari tanah hawa juga dari tanah. 1 jenis yang sama kan. Tidak berbeda.

Min, dalam bahasa Arab bisa berarti Seluruhnya atau sebagian.

Dan diayat ini diartikan sebagian. Bahwa penciptaan Adam dan Hawa secara materi sama tapi sifat dan karakteristik berbeda. Itu cara memahaminya.

Keterangan dari Hadits Nabi SAW saat Khutbah Haji Wada' yang artinya

Kata Nabi kepada Para Suami, bertaqwalah kepada Allah dengan cara menyayangi istri-istrimu. Karena sesungguhnya para wanita itu diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk yang bengkok, tidak lurus. Kalau kamu  luruskan dia akan patah (harus hati hati) kalau kamu biarkan dia akan tetap bengkok.

"Tulang rusuk yang bengkok" ini adalah sebuah bahasa kiasan, yang bermakna

1. Wanita beda dengan laki-laki
2. Wanita punya sifat yang lembut
3. Wanita punya perasaan yang lebih dalam dari pada laki-laki (baper, bawa perasaan)

Jadi, jika istri salah. Suami ingin meluruskan, hati-hati apa yang dikatakan suami, istri akan merasakan hal itu. Perasaan yang dalam. Mungkin masalah selesai, tapi semua perkataan suami yang menyakitkan misalkan tidak bisa terlupakan. Bahkan kejadian bertahun tahun yang lalu bisa teringat kembali.

Karakteristik perempuan jika ada suatu permasalahan ia cenderung mengedepan perasaan dibanding dengan fikirannya. Ini adalah sebuah fitrah, aneh kalau ada wanita yang tidak seperti itu. Namun,fitrah ini kadang tidak diarahkan ke tempat yang semestinya. Jadi, sebenarnya perasaan wanita yang dalam ini ( kalau orang sekarang bilang Baper) adalah suatu anugrah dari Allah.



Tujuan Baper yang diberikan Allah untuk wanita, khususnya para Ibu :

1. Diarahkan untuk menguatkan DO'A POSITIF yang dimohonkan.

Kekuatan wanita ada disini. Hanya wanita yang punya, laki-laki punya perasaan tapi tidak sekuat dan sedalam perempuan. Gunakan baper ini untuk menguatkan doa yang positif.

Kisah Sukses Nyata:
Saat seorang Ibu kesal luar biasa, sedang capek karena sudah menyiapkan hidangan untuk tamu, namun sang anak mengotorinya dengan pasir. Sang ibu tidak memaki-maki sang anak. Beliau katakan kepada anaknya, Nak pergi ke masjidil haram sana jadi imam ! Dalam emosi yang meledak ledak sang ibu mengucapkan doa positif untujpk anaknya. Dan sekarang, anak itu benar benar menjadi imam di Masjidil Haram. Siapa dia? Imam Abdurahman As Sudais.

Jadi, jika wanita sedang mengalami perasaan yang kuat terhadap sesuatu entah itu tentang suami atau anak-anak. Alihkan perasaan itu ke doa yang positif. Disitulah doa akan cepat dikabulkan.
Jadi, usahakan ya mak. Jangan ngeluh, maki maki. Lemparkan saja doa yang positif.

Contoh
Ya Allah mudahkan suami saya dalam mencari nafkah ya Allah kalau saya salah kuatkan hati saya untuk minta maaf, kalau suami saya yang salah kuatkan hati saya untuk memberikan maaf
Yaa Allah lembutkan hatinya

Jadi, ingat ingat apa yang ibu minta belum terkabul saat terjadi situasi seperti itu entah marah, entah sedih, intinya punya perasaan yang kuat. Tolong arahkan ke doa. Sampaikan doa , impian apa yang belum terwujud pada saat itu.

Baper emak adalah satu energi positif untuk mempercepat pengabulan doa.


2. Arahkan ke hal-hal positif terkait dengan kemampuan mengatasi persoalan

Rasa baper ini, jika berpotensi untuk memberikan kecamuk fikiran dan kemudian dimanfaatkan oleh setan. Ini yang dikritik oleh Al Qur'an.

Ada beberapa emak yang sebetulnya punya kelebihan di perasaan, sayangnya tidak diolah dengan baik.

Cenderung tidak diselesaikan, banyak dirasakan. Kalau dibahasa Annisa ayat 34 itu dia tidak cepat dituntaskan, dikomunikasikan.

Disimpan menjadi pikiran, kemudian setan memberi was was fii suduur  (bisikan bisikan ke dada). Jadinya, malah pusing, dsb. Jadi, serba negatif bawaanya. Kenapa suami begini, begitu. Dsb

Kalau sedang merasakan seperti ini apa yang harus dilakukan?

A. Al Baqoroh 286
Tenang, Allah tidak akan menguji seorang emak diluar batas kemampuannya. Emak dipandang sanggup.

Ketika Emak menghadapi situasi yang begitu sulit dengan suami atau dengan anak, jangan dipikirin negatif, bakalan capek.

 Hadirkan keyakinan, ini saya di anggap mampu sama Allah ngadepin masalah. Saya pasti bisa. Berbahagialah, karena ujian itu berbanding lurus dengan pahala.

Rumusnya begini:
Ujian (Masalah) = Pahala

Kan, kalau gak ada ujian gak ada pahalanya mak!
Seperti kita gak ikut ujian gak ada nilainya.
Karena emak bercita-cita mau masuk surga, kan?

Katakan:
"saya in syaa Allah mampu, Allah pilihkan saya, bukan yang lain, Alhamdulillaah yaa Allah engkau menginginkan aku memiliki banyak pahala lewat ujian ini. Yaa Allah saya mesti lulus, dari pada wafat dalam keadaan mengeluh lebih baik wafat dalam keadaan meraih pahala"

Jadi, jangan sampai 15 detik menghapus nikmat, kebahagiaan 15 tahun.

B. Yakinkan pada diri dengan rumus dari Qur'an Surat Al Insyirah.

Rumus:
Setiap ada masalah, pasti ada solusi. Pasti selesai. Meski solusi belum ketemu, tapi perasaan terkontrol tidak dikuasai oleh setan.

Jika perasaan sudah dikuasai setan, serba gak enak.
Makan gak enak, tidur gak nyaman, tiap liat suami sebel bawaanya ke anak pengen marah marah, dsb.

Catat kalimat ini suatu saat nanti akan terjadi: 
"Kalau emak tidak menghadirkan keluhan pada anak misal, perasaan itu akan berbalik seperti itu dimasa depan nanti".

Perasaan emak yang positif diarahkan ke doa, perhatian positif, nanti saat anak itu dewasa akan memberikan perhatian positif pada emaknya.

Jadi, makk ketika anak dipesantren mengeluh ke emak minta uang sedangkan emak gak punya uang

. Jangan panik, tenang. Doa, cari solusi, yakin.

Semoga Allah mudahkan jalan kita menuju Jannah Nya,
Aamiin.



Source:
Kajian Ust Adi Hidayat Kelas Qur'an khusus Ibu Rumah Tangga di Bekasi

Post a Comment

Previous Post Next Post