Mengaku Cinta kepada Rasulullah ?
Keselamatan seorang hamba adalah kalau dia punya cinta kepada Rasulullah.
Dan rasa cinta sesungguhnya itu berasal dari dalam hati bukan sekedar di lisan
Aku cinta, aku cinta.
Efek nyata dari cinta yang berasal dari dalam hati itu apa?
Yakni menjadikan Rasulullah adalah orang yang paling sering ada dalam pikirannya, paling sering disebut namanya, orang yang paling sering diingat.
Ya, sebagaimana kita pernah ketahui tentang para pemuda yang sedang kasmaran dengan seorang gadis. Siapa yang paling sering diingat dalam pikirannya, kalau ngobrol pasti gadis impiannya yang sering disebut. Dia, dia, dia...
Nah, yang kita khawatirkan adalah kita takutnya berbohong. Bilang sayang, bilang cinta kepada Rasulullah tapi hanya sebatas di bibir saja.
Mengaku cinta, tetapi hati kita sangat tidak kenal dengan Rasulullah.
Pasti sering dengar kan,
"Tak kenal, maka tak sayang, tak sayang, maka tak cinta"
Kurang lebihnya ya demikian adanya.
Kalau benar, kita mencintai Rasulullah dengan cinta yang sesungguhnya, semua pasti beres.
Dikhawatirkan, kita mengaku cinta, tapi kelakuan sangat jauh dengan Rasulullah. Kita lebih senang melakukan sesuatu yang Rasulullah tidak menyukai hal itu.
Jika memang iya kita benar-benar mencintai Rasulullah ? Maka mulut kita ini akan sering menyebut-nyebut nama Rasulullah. Kita sering bershalawat kepada Rasulullah.
Dan kita bangga punya pekerjaan seperti Rasulullah.
Dari masa ke masa, dari zaman Nabi Muhammad itu ada orang-orang munafik.
Mereka itu mengaku dekat dengan Rasulullah. Mereka mengaku beriman kepada Allah. Bahkan, mereka senang diberi gelar sebagai orang shaleh, orang yang baik.
Akan tetapi, hatinya keropos tidak kenal Rasulullah. Maka, mereka itu meski dekat dengan Rasulullah tapi, tidak dianggap.
Jadi, yang perlu kita tanamkan dihati kita adalah keseriusan hati kita dengan Rasulullah.
***
Referensi:
Kajian Online bersama Buya Yahya di Al Bahjah TV
Tags:
Edukasi

Semoga di hari akhir nanti, kita mendapatkan syafaat dari beliau yaa mbak.. Aamiin
ReplyDelete