“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa. ”
(QS Al Furqan ayat 74).
Loh, kenapa doanya begitu seolah-olah tidak nyambung dengan perasaan kita saat itu?
Berikut alasannya bisa baca disini ya :
intisari dari salah satu kajian UAH dalam kelas Quran khusus Ibu Rumah Tangga
Tags:
Pasutri
