Sadar Diri Seorang Istri

 Kesucian cinta Sayyidah Khadijah untuk Rasulullah.

Berhubung pekan ini ada tantangan menulis terkait "sadar" dan juga sekarang masih nuansa Isra' Mi'raj. Saya akan membahas sedikit terkait kesadaran saya sebagai istri yang meneladani Sayyidah Khadijah.

Sebagaimana kita tau bahwa peristiwa Isra' Mi'raj juga merupakan hiburan dari Allah untuk Rasulullah karena sedang dilanda kesedihan yang sangat mendalam. Diantaranya yakni ditinggalkan istri yang paling dicintai beliau, Khadijah r.a.


Sayyidah  Khadijah Al Kubro. Seorang wanita yang sangat mulia. Beliau menikah dengan seorang utusan Allah. Wanita yang sangat jauh lebih mulia ketimbang saya ini. Wanita akhir zaman.

Namun, saat itu wanita-wanita lainnya di Arab sangat menyesali kenapa kok bisa seorang Muhammad yang tampan, mapan, sopan, sabar, pengertian, banyak memberi waktu, yang sesempurna itu mendapatkan Khadijah. Maaf, janda pula. 

Mereka menyombongkan diri mereka sendiri yang merasa lebih baik dari Khadijah.

Sehingga Khadijah dilempar ucapan:

" Oh, alangkah senangnya engkau menikah dengan Nabi Muhammad yang begitu sempurna"

Kurang lebihnya seperti itu.

Tapi, balasan dari Khadijah apa ?

" demi Allah, semenjak aku menikah dengan nabi Muhammad, aku tidak pernah berfikir bagaimana aku bisa bersenang-senang dengan nabi Muhammad. Tetapi, yang aku pikirkan adalah bagaimana Nabi Muhammad bisa senang dengan aku ". 

Sebuah jawaban out of the box. Luar biasa !
Itulah kesucian cinta.

Sangat berbeda dengan para istri pada umumnya. Yang lebih fokus pada pemikiran "menerima apa dari suami".

 Jadi,  lebih fokus saya seharusnya mendapatkan ini itu, saya seharusnya diperlakukan begini begitu.

Seharusnya suami saya membahagiakan saya dong sebagai istrinya. Saya sebagai istri berhak dong dibahagiakan suami.

Betul begitu ibu-ibu ????

Sama kalo begitu 😆😆

Tapi, dari kisah ini saya kembali menyadari bahwa mencintai itu atau menikah itu adalah benar-benar mengabdi pada ilaahi. Bukan saling menuntut hak asasi. 

Dengan kita fokus memberi ikhlas lillaahi ta'alaa.,, In syaa Allah, Allah  akan memberikan kita balasan yang jauh lebih baik dari apa yang kita berikan selama ini.

Semoga para wanita sekarang  (termasuk saya) bisa menjadi Khadijah masa kini.

Meski harus tertatih dan dalam terpaan fitnah akhir zaman. 

Aamiinn yaa Allaaah.

Post a Comment

Previous Post Next Post