Saya sering melihat informasi di sosial media . Banyak rakyat yang mengeluh. Kelaparan.
Rakyat semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup akibat kebijakan pemerintah yang mengekang aktivitas pencarian nafkah.
Kebijakan itu bernama Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
Mengesalkan, kebijakan yang dipaksakan ini tidak dibarengi dengan jaminan kebutuhan pokok bagi rakyat. Sungguh membuat bingung !
Kalau sudah begini, mereka hanya mengharapkan kebaikan orang disekitar dalam arti tidak bekerja sebagaimana biasanya.
Kondisi ini, menuntut kita untuk empati. Juga mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta dan Maha Pengatur segalanya.
Mari kita merenung sejenak. Bukankah kondisi seperti ini juga yang dialami oleh manusia akhir zaman mendekati kedatangan Dajjal ?
Saya bukan menakut-nakuti bahwa Dajjal akan datang esok atau lusa, bukan.
Maksud saya, mungkin ini seperti simulasi atau gambaran yang akan terjadi di akhir nanti menjelang kedatangan Dajjal. Bahkan, lebih parah dari yang kita rasakan saat ini.
Artinya apa?
Ujian yang sekarang kita hadapi saat ini tidak seberat keturunan-keturunan kita nanti yang akan hidup di zaman itu, tahun menjelang kedatangan Dajjal .
Jadi, hal ini merupakan renungan bagi kita untuk melakukan amalan yang mereka amalkan nanti .
Apa itu ?
Perbanyak dizkrullah dan amalan-amalan lainnya.
Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan Ad-Dajjal
1. tahun pertama, langit menahan 1/3 air hujannya, bumi menahan 1/3 hasil tumbuhannya.
2. di tahun kedua, langit menahan 2/3 air hujannya, dan bumi juga menahan 2/3 hasil tanamannya.
3. di tahun ketiga langit menahan seluruh yang ada padanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku.”
(“Kisah Dajjal”- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani; Pustaka Imam Asy-Syafi’i; hlm. 92).
Makna dari binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan berkuku adalah hewan yang dapat memberi protein bagi manusia.
Hewan-hewan seperti kambing, domba, sapi kerbau dan Unta akan binasa karena mereka juga tidak memiliki makanan untuk bertahan hidup.
Bagaimana dengan makanan kaum mukmin?
Allah SWT akan mencukupkan perut mereka dengan makanan layaknya makanan penghuni langit (Malaikat).
Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya
“Akan tetapi mereka membaca tasbih dan mensucikan Allah, dan itulah makanan dan minuman kaum beriman saat itu, tasbih dan taqdis.”
(HR. Abdul Razzaq, ath-Thayalisi, Ahmad, Ibnu Asakir).
Semoga dengan bacaan ini dapat menguatkan semangat kita agar senantiasa berdzikir kepada Allah apapun keadaannya.
Referensi:
Ustadz Akhir Zaman, Zulkifli M Ali
Islam Pos.com

MasyaAllah semoga kita bisa melewati dengan ikhlas, PPKM yang entah apa di sebutnya
ReplyDeleteAssalamualaikum kak,
ReplyDeleteAku baca ini sambil rebahan, ku kira bakal panjang jadi bisa anteng baca, hihi. Lanjut lagi dong kak, bahas juga kondisi Dajjal nanti seperti apa selain yang sudah kakak bahas. Nutrisi iman nih buat ku pribadi.
Bicara soal PPKM, aku termasuk yang ngeluh, hahahaha. Karena usaha suami jadi gak gerak karena suppliernya tidak beroperasi. Tapi, Alhamdulillah ada aja rezeki mah. Ternyata emang bener ya, jangan putus asa sama Allah. Allah gak diam selama kitanya yakin.
Ngeri juga ngebayangin akhir jaman nanti bagaimana, masa PPKm aja udah angkat tangan. Apalagi ini bukan pemerintah yang memutuskan, tapi Allah langsung. ya Allah.