Rasulullah itu sangat Pemalu

 Sifat Malunya Rasulullah.


Nabi Muhammad itu punya rasa malu yang sangat tinggi melebihi malunya seorang gadis solehah, gadis di tempat persembunyiannya, gadis yang tidak pernah berurusan dengan laki-laki, gadis yang baru menikah dengan seseorang laki-laki yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

Kalau Nabi Muhammad melihat sesuatu yang tidak disukai atau diingkari kita bisa melihat dari raut wajahnya.

Malu disini bukan berarti Nabi Muhammad malu dan tidak berbuat apa-apa.

Malu disini bermakna kepada sesuatu yang buruk atau lebih kepada urusan maksiat. Suatu akhlak yang memotivasi orang lain ingin berbuat jelek.

Rasa malu yang menjadi kekuatan dalam diri untuk meninggalkan segala sesuatu yang tidak baik dan tidak akan teledor dalam menjalankan kewajiban kepada siapapun. Baik kepada Allah ataupun manusia.

Rasa malu ini adalah mampu menjadikan seseorang selalu melihat  nikmat dari Allah dalam segala keadaan.

Jika seseorang itu sadar berbuat hal jelek di hadapan manusia yang sudah berbuat baik kepada kita saja, kita merasa malu. 

Kita malu berbuat kurang ajar kepadanya. Ya kan? Istilah zaman sekarang itu Jaim. Jaga Image.

Dengan manusia saja kita bisa jaim, tapi dengan Allah malah seenaknya saja. Mentang-mentang Allah itu Maha Baik jadi gak ada malunya sama Allah.

Nah, berbeda dengan Nabi Muhammad yang memiliki sifat malu yang luar biasa.

Rasa malu yang diajarkan Nabi Muhammad adalah kita harus menjaga kepala kita beserta apa yang ada di dalamnya, menjaga perut kita dan apa yang ada disekitarnya. 

Apa yang kita lakukan untuk melampiaskan syahwat. Ada jalan yang halal jangan sampai melewati dengan jalan yang haram.

 Jadi, kita memikirkan apa sih? Pikirannya ngeres gak ? Mata kita melihat apa? Mulut kita ngomong apa? Telinga kita denger apa?

Misal, kita menggunakan mata kita untuk melihat yang haram meskipun tidak ada manusia yang mengetahuinya. Berarti kita tidak punya rasa malu. Begitulah rasa malu yang diajarkan Rasulullah.

Post a Comment

Previous Post Next Post