Metode Tahfidz Teruji dan Ampuh ! Anak Kecil Bisa Hafal Quran Selama 1,5 Tahun

 METODE TABARAK


Metode Tabarak ini berasal dari Mesir yang ditemukan oleh Syaik Dr. Kameel El-Laboody yang telah menghantarkan ketiga anaknya menghafalkan Al Qur'an 30 Juz sebelum usia 5 tahun.

Tabarok mulai menghafal Al Qur'an sejak usia 3 tahun.

Pada masa-masa awal menghafal, Tabarok belum menghafal Al-Qur’an dengan cara membaca.

Bacaan Al-Qur’an hanya diperdengarkan sambil mulai diperkenalkan pula pada huruf dan harakat Al-Qur’an.

Semua interaksi Tabarok dengan Al-Qur’an ini dicatat oleh sang ibunda.

Catatan perkembangan anaknya inilah yang kemudian disusun menjadi kurikulum Metode Tabarak dari Level 1 sampai Level 7.

Durasi hapalan di masa-masa awal cukup dengan ½ sampai 1 jam saja perharinya secara konsisten.

Durasi 1 jam ini tidak harus dijalankan selama 1 jam penuh, tetapi boleh diselingi dengan bermain. Intinya total bersama Quran dalam sehari itu 1 jam.

Setelah berhasil menerapkan konsep ini terhadap anaknya, kemudian Dr. Kamil mengembangkannya dalam Proyek Tabarak.

Proyek Tabarak ini adalah sebuah paket kurikulum dalam pembelajaran Al-Qur'an.

Pada perkembangannya Proyek Tabarak mulai diujicobakan juga kepada anak di luar Mesir dan Arab dan hasilnya tidak jauh berbeda dengan pencapaian Tabarak dan kedua adiknya. 

Artinya, metode ini sudah terbukti bisa diduplikasi oleh anak lain.

Metode Tabarak ini terdiri dari 7 level dengan perincian sebagai berikut:

Jam Pembelajaran:
Level 1 = 180 jam
Level 2 = 300 jam 
Level 3 = 300 jam 
Level 4 = 300 jam 
Level 5 = 300 jam 
Level 6 = 300 jam 
Level 7 = 320 jam 

Materi Pembelajaran:
Level 1 : menghafal Juz 30 dan pengenalan huruf-huruf Hijaiyah dengan harakat.

Level 2 : menghafal Juz 29 dan pengenalan huruf Hijaiyah yang sudah dirangkai.

Level 3 : Menghafal Al-Baqarah dan Ali Imran. Di level ini anak-anak sudah menghafal sambil menunjuk bacaan di mushaf.

Level 4 : menghafal An Nisa sampai Al Anfal.

Level 5 : menghafal At Taubah sampai Thoha.

Level 6 : menghafal Al Anbiya sampai Faathir.

Level 7 : menghafal Yasin sampai At Tahrim.

Pada level-level awal, anak-anak lebih banyak mendengar baik itu dari guru atau orangtuanya ataupun dari murattal. 

Satu ayat bisa diulang sampai 5 kali dan anak-anak diminta untuk mendengarkan dengan seksama dan melihat bagaimana guru atau orangtua mengucapkan tiap kata. 

Baru setelah itu anak-anak diminta melafalkan.

Ketika murajaah, anak-anak dibantu dengan mendengarkan murattal tempo cepat 
(disarankan Syaikh Shuraym)

Ketika jam makan pun tetap diiringi/ diperdengarkan bacaan Alquran.

Sediakan juga sebuah monitor/televisi/speaker murottal sebagai media belajar.

Media inilah yang digunakan untuk mengajari santri balita menghafal Alquran.

Bagaimana jika kita ingin menerapkan metode ini di rumah masing-masing?
(saya sambil evaluasi juga ya kebetulan anakku juga sedang di level 2 kalau disetarakan dengan metode ini, hehe)

Jika teman-teman memiliki anak berusia minimal 3 tahun juga, dan ingin mengajarkan hafalan Qur'an dengan metode Tabarak maka beberapa hal yang bisa diterapkan dirumah, yaitu:

1. Buat targetan kira-kira berapa lama anak akan menyelesaikan hafalan Qur'an

Evaluasi: poin ini saya belum menjalankannya karena saya masih mengalir aja. Oke nanti kita buat targetnya yah hehe

2. Mempersiapkan waktu minimal 1 jam dalam sehari untuk mentalqinkan hafalan baru.

Evaluasi: Alhamdulillah untuk poin ini sudah terlaksana secara konsisten.

3. Bacalah ayat dengan lantang dan bertempo lambat sebanyak 5x tiap ayatnya untuk mentalqinkan anak-anak.

Evaluasi: Nah, untuk yang ini belum nih. Kalau saya pribadi poin ini justru saya pakai saat anakku sudah setoran ke saya.

 Jadi, sambil kakak setoran sama saya pada saat itu saya membetulkannya. Ngafalinnya langsung dari mendengar saya ngaji tapi bukan di talaqqi dan juga lewat murottal yang kami setel.

Bacaan yang ditalqinkan harus benar sesuai dengan hukum tajwid, agar anak tidak salah menghafal.

3. Ajarkan dengan cara yang menyenangkan atau sambil bermain sesekali.

Evaluasi : alhamdulillah sudah terlaksana, anakku selalu happy dengan tahfidznya. Bahkan disaat dia sedang gabut. Berbeda dengan emaknya yang lagi gabut hehe

4. Orangtua juga harus menyiapkan hadiah untuk tiap pencapaian anak-anak agar mereka senang dan semangat.

Evaluasi : Poin ini saya belum terapkan. Karena selama ini saya tidak pernah mengiming-imingi hadiah khusus untuk menghafal.

Saya biasanya memberikan sesuatu diluar itu karena memang sayanya lagi kepengen beliin aja, hehe. 

Namun, saya selalu memberikan pujian atas prestasinya tersebut dengan mengagungkan Allah dan balasan yang akan didapat dari Allah seperti Surga. Nanti di Surga begini begitu..

4. Perbanyak memperdengarkan hafalan Qur'an kepada anak-anak selama mereka beraktifitas di rumah. Untuk hafalan baru menggunakan murattal bertempo lambat.

Evaluasi: Sudah terlaksana. Saya sering pakai metode Ummi untuk tilawahnya.

5. Siapkan waktu untuk murajaah hafalan yang sudah dihafalnya. Untuk murajaah bisa menggunakan murattal bertempo cepat.

Evaluasi: belum terlaksana. Karena saya belum memastikan jadwal pasti  untuk murojaahnya masih sesuka hati.

 Jadi, masih agak keteteran dengan jadwal hafalan ziyadah pribadi, dengan ziyadah anak, dengan murojaah. Saya masih bingung memastikan waktunya, random aja gitu. 

Baiklah, cukup sekian yang bisa saya sajikan dari berbagai sumber. Sebenarnya, saya sudah tahu kisah keluarga Tabarok ini sejak sebelum menikah dari buku yang saya pinjam. Akan tetapi, sampai sekarang saya butuh penguatan lagi agar bisa konsisten.

 Semoga bisa menginspirasi !

1 Comments

Previous Post Next Post