Madzhab-Madzhab Psikologi

pict by kompasiana.com



Ternyata tidak hanya ilmu Fikih yang memiliki madzhab, tapi ilmu Psikologi juga ada banyak alirannya loh !

Jenis pendekatan Psikologi terbilang benar-benar luas, sehingga tidak sedikit orang yang belum memahami apa itu psikologi, apa yang dimaksud dengan Psikologi dan apa saja jenis-jenis mazhab Psikologi menurut para ahli.

Bagaimana tidak luas, Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia. 

Bahwasanya manusia ialah mahluk yang benar-benar kompleks, mahluk yang susah dipelajari.

Tiap orang tidak sama juga dengan yang lain, bahkan anak kembar sekalipun mereka juga pasti tidak akan sama.

Seiring dengan perkembangan zaman dan berkembangnya rasa keingintahuan dalam memahami manusia, mulailah bermunculan tokoh-tokoh beserta teori-teori dan aliran Psikologi yang mendukung penjelasan mengenai karakter, tingkah laku serta kejiwaan manusia.


Berikut ini beberapa madzhab atau aliran yang populer dalam dunia Psikologi :

1. Behaviorisme

Menurut aliran ini, manusia bertindak berdasarkan pengaruh lingkungan fisik alih-alih dorongan insting dan kecenderungan bawaan.

Selain itu, aliran ini menguji dan memanipulasi perilaku manusia sebagai fenomena fisiologis yang terukur.

Behaviorisme adalah sekumpulan ide tentang sains analisis perilaku (science of behavior analysis).

Behaviorisme sebenarnya bukanlah sains, melainkan filsafat sains.

Sebagai filsafat tentang perilaku, ia membahas topik-topik yang dekat dan berarti bagi kita.

Tentang mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan, dan apa yang seharusnya dan tidak seharusnya kita lakukan.

Dalam hal ini, bagi para penganut paham ini, behaviorisme adalah cabang dari filsafat sains.

Meskipun disebutkan bahwa John B. Watson adalah ilmuwan pertama yang memperkenalkan behaviorisme, akan tetapi akar filosofis dari behaviorisme dapat ditemukan pada filsuf-filsuf dan para ahli filsafat sains terdahulu, seperti Aristoteles, Sir Francis Bacon, David Hume, Auguste Comte, John Stuart Mill, Ernst Mach, dan Bertrand Russell, khususnya dari aliran/mazhab empirisisme.

Semua mazhab psikologi yang ada menggunakan filosofi dualisme kecuali behaviorisme.

Hal ini karena menurut para tokoh behavioris tradisional, pikiran (jiwa) seseorang termasuk sesuatu yang non-material –bahkan metafisik, yang tidak dapat dinyatakan dengan jelas (intangible) dan tidak dapat diteliti dengan menggunakan pendekatan ilmiah (unapproachable),sehingga dalam behaviorisme, perilaku yang diteliti hanyalah bagaimana seseorang berperilaku berdasarkan stimulus yang diberikan, tanpa memperhitungkan pengaruh pikiran (jiwa)-nya.

2. Strukturalisme
Strukturalisme dari Wundt ini memiliki ciri terhadap penekanan analisis atau proses kesadaran dipandang dari elemen elemen dasar dan hukum antar elemen kesadaran.

Karena pandangannya ini aliran strukturalisme disebut juga dengan psikologi elementalisme.

Selain elemen dasar, kesadaran juga dipandang sebagai elemen utama kejiwaan atau kehidupan mental. Segala sesuatu dalam diri manusia berasal dari kesadaran.

3. Fungsionalisme

Fungsionalisme pertama kali muncul sebagai respons langsung terhadap strukturalisme, yang saat itu menjadi arus utama dalam bidang psikologi. Pada awalnya didasarkan pada teori evolusi Charles Darwin, selain sangat dipengaruhi oleh ide-ide William James.

Orientasi psikologi yang menekankan pada proses kejiwaan yang sedang dihadapi dan menghargai manfaat psikologi. 

Selain itu juga mempelajari fungsi kesadaran sebagai jembatan penghubung antara manusia dengan lingkungannya.

Aliran fungsionalisme memandang masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.

Fungsional juga menghubungkan antara pikiran dan perilaku manusia dan mengaitkannya dengan hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

Terlepas dari kenyataan bahwa fungsionalisme telah banyak dikritik sepanjang sejarah disiplin ini, ia berfungsi untuk meletakkan dasar dari apa yang kita pahami hari ini  dan menyumbangkan banyak penemuan penting pertama yang terjadi di bidang ini.


4. Psikoanalisis
Sigmund Freud adalah ilmuwan psikologis yang terkenal karena gagasannya tentang kepribadian manusia berdasarkan analisis tentang mimpinya, dan  bacaannya yang luas tentang berbagai literatur ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Pengalaman- pengalaman inilah yang menjadi data yang mendasar bagi evolusi teori kepribadian Freud atau kita kenal juga dengan teori psikoanalisis.

Freud menggambarkan alam sadar dan tak sadar ini seperti bentuk gunung es yang terapung. Ukuran bentuk bagian gunung es yang muncul ke permukaan air yakni alam sadar ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan bagian gunung es yang tenggelam, yakni alam tak sadar. 

Freud memandang manusia sebagai makhluk yang deterministik yang mendefinisikan bahwa kegiatan manusia pada dasarnya dibentuk dengan kekuatan yang irasional, kekuatan alam bawah sadar, dorongan biologis, dan insting pada saat berusia enam tahun pertama kehidupannya.

Teori psikoanalisis Freud bisa masuk sebagai kajian ilmu baru tentang manusia dan akan terus mengalami banyak pertentangan. 

Bahkan sampai sekarang, teori ini juga masih banyak menerima kritikan dari para ahli atau ilmuwan yang berseberangan dengan gagasan Freud.


5. Humanistik

Humanistik menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang bebas dan selalu mengarah kepada pengungkapan potensi yang dimilikinya apabila mendapatkan dukungan dari lingkungan.

Dalam ilmu psikologi, teori humanistik dipandang sebagai alternatif kekuatan ketiga dari kedua kekuatan teori yang sepanjang sejarah selalu menjadi teori yang dominan yaitu psikoanalisis dan behavioristik.

Teori ini dinamakan humanistik karena memfokuskan diri secara khusus pada tingkah laku manusia.


6. Gestalt

Psikologi Gestalt merupakan salah satu aliran psikologi yang mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas, data-data dalam psikologi Gestalt disebut sebagai phenomena (gejala).

Phenomena adalah data yang paling dasar dalam Psikologi Gestalt. 

Teori ini dibangun oleh tiga orang, Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh.

Pokok pandangan gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasikan

7. Kognitif

Aliran kognitif mulai muncul pada tahun 60-an sebagai gejala ketidakpuasan terhadapkonsep manusia menurut behaviorisme dan psikoanalisa.

Gerakan ini tidak lagi memandangmanusia sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif terhadap lingkungan, melainkan sebagaimakhluk yang selalu berfikir (Homo Sapiens). 

Paham kognitifisme ini tumbuh akibat pemikiran-pemikiran kaum rasionalisme yang menyatakan bahwa manusia itu dapat berpikir lebih baik dari makhluk hidup lainnya.

Psikologi kognitif adalah cabang psikologi yang mempelajari proses mental termasuk bagaimana orang berpikir, merasakan, mengingat, dan belajar. 

Sebagai bagian bidang ilmukognitif yang lebih besar, cabang psikologi ini berhubungan dengan disiplin ilmu laintermasuk ilmu saraf, filsafat, dan linguistik.

Jean Piaget merupakan seorang psikologi pertama yang menggunakan filsafat konstruktivisme sedangkan teori pengetahuannya dikenal dengan teori adaptasi kognitif.
 
Ada lima konsep utama dalam teori Piaget ini, yakni intelegensi (ciri bawaan yang dinamis berupa tindakan cerdas yang membawa manusia secara optimal pada kelangsunganhidup organisme) ,skemata
(potensi untuk bergerak dengan cara tertentu atau untuk berperilaku tertentu), asimilasi (pencocokan atau penyesuaian antara struktur kognitif denganlingkungan fisik) dan akomodasi (penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru), ekuilibrasi (penyeimbangan dari asimilasi dan akomodasi atau mengorganisasikan antara pengalaman dengan lingkungan), dan interiorisasi (proses penurunan ketergantungan padalingkungan fisik menuju tahap kognitif)


8. Transpersonal

Psikologi transpersonal adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mengintegrasikan aspek spiritual dan transendensi pengalaman manusia menggunakan kerangka psikologi modern.

Transpersonal didefinisikan sebagai "pengalaman dimana kesadaran diri atau identitas diri melampaui (trans) individu atau pribadi untuk mencapai aspek-aspek yang lebih luas dari umat manusia, kehidupan, jiwa, atau kosmik"

Lajoie dan Shapiro meninjau empat puluh definisi dari psikologi transpersonal yang telah muncul dalam literatur akademis dari tahun 1968 sampai tahun 1991.

 Mereka menemukan lima tema utama yang menonjol dalam definisi ini: kondisi kesadaran; potensi yang lebih tinggi; melampaui ego atau diri pribadi; transendensi; dan spiritual. 
 
Berdasarkan penelitian tersebut, mereka mendefinisikan psikologi transpersonal sebagai berikut: Psikologi transpersonal mempelajari tentang potensi tertinggi kemanusiaan dengan pengenalan, pemahaman, dan realisasi yang holistik, spiritualistik, dan melampaui alam kesadaran.


Kesimpulan:

Psikologi sebagai ilmu akan selalu berkembang, seiring dengan berkembangnya mazhab-mazhab dan teori-teori baru yangu bermunculan.

Teori-teori yang muncul biasanya merupakan kritik dari teori-teori sebelumnya.

Berikut ini aliran- aliran psikologi yang paling populer :

1. Aliran Behaviorisme :  seseorang berperilaku berdasarkan stimulus yang diberikan, tanpa memperhitungkan pengaruh pikiran (jiwa)-nya.
2. Aliran Strukturalisme : Segala sesuatu dalam diri manusia berasal dari kesadaran
3. Aliran Fungsionalisme : perilaku manuisia berhubungan antara manusia dengan lingkungannya.
4. Aliran Psikoanalisis: tingkah laku manusia berkaitan dengan alam bawah sadar.
5. Aliran Humanisme: tingkah laku manusia sangat berpengaruh pada dukungan dari lingkungan.
6. Aliran Gestalt: peristiwa tertentu akan dipandang sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasikan.
7. Aliran Kognitif: bagian dari psikologi pendidikan. Manusia itu dapat berpikir lebih baik dari makhluk hidup lainnya.
8. Aliran Transpersonal: spiritualitas, lebih keluar kemampuan manusia itu sendiri, dan melampaui alam kesadaran.

Memang patut diakui bahwa titik pandang dalam psikologi tidak ada yang sempurna, sehingga terbuka kesempatan bagi ilmuwan untuk memberikan kritik dan masukan ataupun penyempurnaan dan teori yang sudah ada.

Referensi:
http://pai.unida.gontor.ac.id/behaviorisme/

https://www.untag-sby.ac.id/web/artikeldetail/mengenal-aliranaliran-psikologi.html#:~:text=Strukturalisme%20dari%20Wundt%20ini%20memiliki,disebut%20juga%20dengan%20psikologi%20elementalisme.

https://sridianti.com/fungsionalisme-psikologi-asal-karakteristik-dan-penulis-yang-representatif.html

https://www.google.com/amp/s/www.gramedia.com/literasi/teori-psikoanalisis/amp/

https://www.google.com/amp/s/dosenpsikologi.com/teori-psikologi-humanistik/amp

https://spada.uns.ac.id/mod/assign/view.php?id=170237&forceview=1#:~:text=Psikologi%20Gestalt%20merupakan%20salah%20satu,disebut%20sebagai%20phenomena%20(gejala).

https://www.academia.edu/40853528/PSIKOLOGI_PENDIDIKAN_TENTANG_ALIRAN_PSIKOLOGI_KOGNITIF


Post a Comment

Previous Post Next Post