(Tulisan ini bertujuan untuk edukasi para ibu dan bahan evaluasi saya pribadi bukan untuk menghujat orang )
Saya pernah di posisi dimana saya membentak anak saya karena saya habis dibentak orang lain.
Contoh kecil : Anak saya jatuh. Saya dibentak suami/mertua karena dianggap salah, tidak hati-hati menjaga anak. Dan saya merasa tertekan akhirnya saat anak saya salah sedikit maka saya membentak-bentak dia. Karena saya merasa tertekan dan melampiaskannya ke anak.
Kenapa ke anak ?
Karena saat itu saya berpikir: Saya kan ibunya, saya berkuasa atas anak saya, anak saya ya milik saya, saya bebas melakukan apapun padanya ( renungan : padahal kan anak itu milik Allah, Allah titipin ke kita untuk dijaga ya)
Dan anak adalah sesuatu yang di sayang suami/mertua. Jadi, target saya adalah ke anak.
Ibarat anak kita diculik orang. Penculik pasti bilang gini. Kalau mau anak ibu selamat serahkan uang 100juta. Jika tidak, anak ibu saya bunuh !
Begitupun saya saat itu.
Kalau saya tidak dapat kasih sayang suami. Maka anak suami akan saya sakiti. (padahal anak itu anak saya juga, bodoh memang wkwkwk)
Dan saya mengakui ini adalah kesalahan saya yang harus saya perbaiki.
Saya merenung, loh segini baru tekanan menjadi ibu di dunia, belum tekanan di akhirat. Ini baru disalahin sama manusia belum disalahin dan diinterogasi sama malaikat.
Menjadi Ibu seharusnya saya juga siap bertanggung jawab. Apapun resikonya. Siap dikorek korek kesalahannya.
Saya harus belajar gimana caranya saat saya kena masalah, saya bisa tanggung jawab dan tidak berusaha mencari kesalahan orang lain.
Baiklah, saya akan berusaha lebih profesional lagi.
The End
PJ Tulisan ini,
Novia Fajriani Putri
Tags:
Pengasuhan Anak
