Saat kita di depan umum kerap kali anak tantrum menginginkan sesuatu sementara kita sedang tidak ingin atau tidak bisa memenuhi permintaannya. Bagaimana sebaiknya kita lakukan. Yuk , pantengin terus blognya Ummi Gayo sampai akhirrr.... :D
Apa itu tantrum?
Bagi yang belum tahu apa itu tantrum...bukan akronim dari tante kesetrum ya....hehe
Tantrum merupakan reaksi frustasi anak saat merasa gagal menghadapi dunianya. Aksi tantrum yakni mulai dari:
Rengekan
Tangisan
Teriakan
Melempar
Menyakiti diri sendiri
Dsb.
Umumnya, orang tua sudah terlanjur kewalahan ketika anak mengalami tantrum. Sehingga, reaksi orang tua juga ikut-ikutan tantrum. Sama-sama marah . Sama-sama teriak. Ortu dan anak tantrum.
Jangan Ge Er dulu jika berhasil mendiamkan anak dengan memarahi, menekan, memukul, mengancam anak. Itu hanya ampuh mendiamkan sementara. Padahal, menangani anak tantrum dalam pola otoriter atau emosi tinggi itu sebenarnya tidak efektif. Kenapa? Karena justru membuat anak makin tantrum diKemudian hari sebagai aksi frustasi terhadap dunianya.
Jadi gimana dong ?
A. Sebelum melakukan aktifitas apapun pasti berdoa dulu dong. Minta sama Allah banyak-banyak. Karena sejatinya hati anak milik Allah.
B. Arahkan anak untuk menenangkan dirinya.
Caranya:
1. Hadapkan wajah kita ke anak. Tatap matanya. Katakan untuk diam, tenang, berhenti dengan penuh kasih dan sayang bukan emosi kepada anak .
2. Jika anak tantrum nya agak ekstrim. Langsung ibu, tangkap anaknya. Dekap dia erat-erat. Ingat di dekap bukan di sekap ya, nanti gak bisa nafas dong, he. Ingat jangan dari depan karena anda bisa dipukul, dicakar, dan wajah anda di acak acak. Maka, peluk lah dari belakang.
3. Peluk hingga anak tantrumnya agak reda. Selagi menunggu reda anda bisa sambil membaca solawat, dzikir, doa dengan suara lirih atau dalam hati. Jika sudah cukup reda baru boleh menghadap ke wajah anak kembali.
4. Arahkan dia untuk tenang dengan:
Kalimat verbal : "tenang ya nak, tenangkan dirimu"
"Sayang ibu tenang dulu ya"
Dengan ekspresi kita yang juga tenang. Ketenangan in syaa Allah akan menular.
Non Verbal : sentuhan atau belaian kasih sayang seperti di punggung, dada, pundak, atau kepala. Bisa juga pelukan seperti awal tadi.
Keduanya, sangat efektif untuk menenangkannya.
5. Intinya, arahkan anak untuk tenang, belajar mengatur emosinya sendiri, belajar mendamaikan dirinya sendiri.
6. Jika anak sudah tenang, inilah saatnya untuk mengajak mereka berbicara. Karena anak sudah siap menghadapi anda. Baru tanyakan kepada anak untuk mengenali emosinya sendiri. Kebanyakan anaknya sendiri tidak tahu apa yang dia rasakan.
" nak, marah ya.."
" tidak suka ya.."
"Protess ya..."
7. Jika anak menginginkan sesuatu di rumah atau tempat umum sementara anda tidak sedang ingin memberikannya. Anak meminta di saat yang tidak tepat. Maka, orang tua DILARANG KERAS untuk menyuuh anak diam DENGAN CARA MENGIMING-IMINGI anak dengan sesuatu yang anak inginkan.
Contoh yang tidak patut ditiru:
" diam ya nak nanti dibelikan ya"
"Nanti kita ke mall ya"
Dsb.
Benar kata hadits nabi SAW yang melarang kita untuk berbohong kepada siapapun termasuk anak bocah. Mending jika benar dilakukan atau diberikan. Kalau tidak ? Janji adalah hutang..
Dan tidak tepat, sebab suatu saat nanti anak akan mendapatkan segalanya dengan cara ,Tantrum tadi. Cukup tenangkan anak seperti di awal tadi.
8. Oke, jika si anak belum hilang tantrumya , ada kalanya anak butuh di beri waktu kurleb setengah menit atau 1 menit saja. Ingat jangan lama lama. Katakan "Yasudah, kamu boleh nangis dulu ibu akan kembali lagi"
Lalu, datangi lagi, tanyakan apakah sudah tenang. Plus dengan pernyataan verbal dan non verbal. Lakukan sampai anak tenang dan sudah bisa diajak bicara.
9. BELUM TENANG JUGA ?!?!
Berikan anak opsi :
Nak, ibu peluk yuk. Memberikan sentuhan-sentuhan non verbal
Nak, nyanyi yuk. Mengalihkan ke kegiatan lain.
Itu lebih efektif dibandingkan dengan mengiming-imingi anak dengan sesuatu yang ia minta. Kelak ia akan selalu menjadikan tantrum alat.
Sekian tutorial mengatasi anak jika tantrum karena meminta sesuatu atau tidak. Baik di rumah ataupun depan umum. Intinya, dilarang keras otoriter ,berbohong, mengiming, memberikan begitu saja.
Ini bukan lah satu yang bisa anda gunakan. Masih banyak tutorial yang mungkin bisa digunakan sesuai keadaan anak masing-masing.
Semoga berhasil dengan cara ini.
Sumber:
Psikolog Rosalina Verauli dalan video akun youtubenya dengan sedikit tambahan.
Apa itu tantrum?
Bagi yang belum tahu apa itu tantrum...bukan akronim dari tante kesetrum ya....hehe
Tantrum merupakan reaksi frustasi anak saat merasa gagal menghadapi dunianya. Aksi tantrum yakni mulai dari:
Rengekan
Tangisan
Teriakan
Melempar
Menyakiti diri sendiri
Dsb.
Umumnya, orang tua sudah terlanjur kewalahan ketika anak mengalami tantrum. Sehingga, reaksi orang tua juga ikut-ikutan tantrum. Sama-sama marah . Sama-sama teriak. Ortu dan anak tantrum.
Jangan Ge Er dulu jika berhasil mendiamkan anak dengan memarahi, menekan, memukul, mengancam anak. Itu hanya ampuh mendiamkan sementara. Padahal, menangani anak tantrum dalam pola otoriter atau emosi tinggi itu sebenarnya tidak efektif. Kenapa? Karena justru membuat anak makin tantrum diKemudian hari sebagai aksi frustasi terhadap dunianya.
Jadi gimana dong ?
A. Sebelum melakukan aktifitas apapun pasti berdoa dulu dong. Minta sama Allah banyak-banyak. Karena sejatinya hati anak milik Allah.
B. Arahkan anak untuk menenangkan dirinya.
Caranya:
1. Hadapkan wajah kita ke anak. Tatap matanya. Katakan untuk diam, tenang, berhenti dengan penuh kasih dan sayang bukan emosi kepada anak .
2. Jika anak tantrum nya agak ekstrim. Langsung ibu, tangkap anaknya. Dekap dia erat-erat. Ingat di dekap bukan di sekap ya, nanti gak bisa nafas dong, he. Ingat jangan dari depan karena anda bisa dipukul, dicakar, dan wajah anda di acak acak. Maka, peluk lah dari belakang.
3. Peluk hingga anak tantrumnya agak reda. Selagi menunggu reda anda bisa sambil membaca solawat, dzikir, doa dengan suara lirih atau dalam hati. Jika sudah cukup reda baru boleh menghadap ke wajah anak kembali.
4. Arahkan dia untuk tenang dengan:
Kalimat verbal : "tenang ya nak, tenangkan dirimu"
"Sayang ibu tenang dulu ya"
Dengan ekspresi kita yang juga tenang. Ketenangan in syaa Allah akan menular.
Non Verbal : sentuhan atau belaian kasih sayang seperti di punggung, dada, pundak, atau kepala. Bisa juga pelukan seperti awal tadi.
Keduanya, sangat efektif untuk menenangkannya.
5. Intinya, arahkan anak untuk tenang, belajar mengatur emosinya sendiri, belajar mendamaikan dirinya sendiri.
6. Jika anak sudah tenang, inilah saatnya untuk mengajak mereka berbicara. Karena anak sudah siap menghadapi anda. Baru tanyakan kepada anak untuk mengenali emosinya sendiri. Kebanyakan anaknya sendiri tidak tahu apa yang dia rasakan.
" nak, marah ya.."
" tidak suka ya.."
"Protess ya..."
7. Jika anak menginginkan sesuatu di rumah atau tempat umum sementara anda tidak sedang ingin memberikannya. Anak meminta di saat yang tidak tepat. Maka, orang tua DILARANG KERAS untuk menyuuh anak diam DENGAN CARA MENGIMING-IMINGI anak dengan sesuatu yang anak inginkan.
Contoh yang tidak patut ditiru:
" diam ya nak nanti dibelikan ya"
"Nanti kita ke mall ya"
Dsb.
Benar kata hadits nabi SAW yang melarang kita untuk berbohong kepada siapapun termasuk anak bocah. Mending jika benar dilakukan atau diberikan. Kalau tidak ? Janji adalah hutang..
Dan tidak tepat, sebab suatu saat nanti anak akan mendapatkan segalanya dengan cara ,Tantrum tadi. Cukup tenangkan anak seperti di awal tadi.
8. Oke, jika si anak belum hilang tantrumya , ada kalanya anak butuh di beri waktu kurleb setengah menit atau 1 menit saja. Ingat jangan lama lama. Katakan "Yasudah, kamu boleh nangis dulu ibu akan kembali lagi"
Lalu, datangi lagi, tanyakan apakah sudah tenang. Plus dengan pernyataan verbal dan non verbal. Lakukan sampai anak tenang dan sudah bisa diajak bicara.
9. BELUM TENANG JUGA ?!?!
Berikan anak opsi :
Nak, ibu peluk yuk. Memberikan sentuhan-sentuhan non verbal
Nak, nyanyi yuk. Mengalihkan ke kegiatan lain.
Itu lebih efektif dibandingkan dengan mengiming-imingi anak dengan sesuatu yang ia minta. Kelak ia akan selalu menjadikan tantrum alat.
Sekian tutorial mengatasi anak jika tantrum karena meminta sesuatu atau tidak. Baik di rumah ataupun depan umum. Intinya, dilarang keras otoriter ,berbohong, mengiming, memberikan begitu saja.
Ini bukan lah satu yang bisa anda gunakan. Masih banyak tutorial yang mungkin bisa digunakan sesuai keadaan anak masing-masing.
Semoga berhasil dengan cara ini.
Sumber:
Psikolog Rosalina Verauli dalan video akun youtubenya dengan sedikit tambahan.
Tags:
Pengasuhan Anak

Makasih tipsnya mba, saya biasanya kalau anak tantrum, sayanya cuek, kalau dia gak berhenti saya ikutan nangis juga hahaha..
ReplyDeleteKayaknya ini bisa dicoba terutama buat hadapin si bayi :)
Sama sama bun. Semoga berhasil untuk kita ya.... :)
Delete