Laa Tahtaqir man duunaka fa likulli syai.in maziyyah. Setiap orang punya kelebihan. Tidak hanya anak kita, sebagai istri pun kita unik, sebagai masyarakat di lingkungan kita punya ciri khas yang berbeda.
Reminder diri dan untuk seluruh wanita dunia...
Berpikir positif.
Ucapan ibu adalah doa.
In syaa Allah. Buktinya? Sangat banyak.
Contoh sangat kecil yang pernah saya alami ketika baru saja bayi dilahirkan. Ketika ada beberapa menjudge bayi saya berhidung _pesek_ saya berpaling dan berkata "tidak kok, mancung nanti" alhamdulillah ketika dibawa pulang kerumah sekitar kurang usia 40 harian dan banyak yang jenguk. Mereka berkata, hidung mancung, bagus. Memang sekarang terlihat lebih jelas kalau si kecip tidak pesek. Sepele ya ,hehee. Tapi, melihat secuil kisah ini menambah energi positif yang lain kalau kita mempunyai hak untuk mendoakan anak kita dan berhak untuk Allah wujudkan.
Jangan membandingkan bayi kita dengan bayi oranglain. Contoh kecil lainya. Saat si kecil di rawar diruang NICU langsung setelah lahir karena tidak menangis. Ia dirawat sampai 14 hari sampai benar-benar clear semuanya. Dokternya agak ketat dalam seleksi bayi untuk pulang, meskipun kita punya hak untuk memulangkan bayi secara paksa. Kami ikut dokter saja sambil terus berdoa.
Disisi lain bayi saudara saya hanya sebentar 4 hari saja. Bahkan ada yang tidak sampai dirawat. Kata suster memang bayi tidak bisa disamakan dan dipastikan seperti orang dewasa untuk benar-benar mengetahui kapan pulang?
Sempat menjadi buah bibir ketika bayi saya belum pulang pulang dari RS. Sempat juga mendapat sindiran kenapa saya melahirkan tidak semudah mereka mereka. Padahal itu luka jahitan belum kering sudah mendapat perkataan kurang sopan seperti itu. Normal, tapi mengejan saya kurang kuat karena gak ada tenaga. Habis ketika mulas.
Namun, disisi lain Allah berikan ketenangan. Setelah dari rumah sakit itu Zahra sehat sentosa sampai sekarang. Alhamdulillah
Disaat bayiku belum bisa tengkurap sendiri dan kembali telentang. Bisa sesekali, tapi malas . Dia kurang nyaman dan menyukainya.
Saya yakin dia bisa suatu saat nanti. Atau bahkan saya pikir dia bisa duduk dan berjalan tanpa melewati proses itu.
Dan biidznillah,
saat usianya 6 bulan dia sudah mau duduk sendiri. Dan bisa didudukan saat bermain dan makan. Dan saya yakin kepada Allah nanti akan lebih baik lagi in syaa Allah.
Seperti kisah Ummi Zain dibawah ini (saya dapat dari blog beliau: invisa.wordpress.com)
yang membuktikan bahwa doa ibu mustajab....
**********************
Zain, akhirnya kamu bisa bangun sendiri, Nak.
Alhamdulillaah , senangnya…. hati ummi. Sudah sejak usiamu 3 bulan, ummi menantikan kapan kamu bisa tengkurap lalu bangun sendiri dari posisi berbaringmu seperti ini.
Ummi menantikannya dengan berkeyakinan pasti suatu saat kamu bisa melakukannya.
Kamu pasti bisa, Nak!
Dulu, sampai usiamu 5 bulan kamu masih belum mau tengkurap , kecuali hanya posisi miring hampir tengkurap tapi dengan cepat kamu ubah posisimu menjadi berbaring lagi.
Sering ummi ajarkan tapi kamu malah menangis tidak mau tengkurap.
Sampai ummi berpikir kamu tidak suka tengkurap.
Ya sudahlah, ummi tidak mau memaksa kalau kamu tidak mau tengkurap saat itu. Tapi ummi yakin suatu saat kamu pasti bisa.
Insya Allah.
Ummi yakin kamu tidak mau tengkurap bukan karena fisikmu lemah.
Walau kamu termasuk bayi bertubuh ramping tapi tenagamu kencang sekali.
Buktinya, kamu suka menghentak-hentakkan kaki ke kasur dalam posisi berbaring sampai tubuhmu sedikit terangkat-angkat dan kamu pun tertawa riang.
Ummi sampai heran, kecil-kecil tapi tenagamu kuat. Maasyaa Allaah.
Karena kamu belum mau tengkurap saat itu padahal usiamu menjelang masuk ke masa MPASI maka langsung saja ummi ajarkan kamu duduk.
Kamu harus belajar duduk karena nanti kalau kamu makan harus dalam posisi duduk. Tidak apalah tahap tengkurap di lompati dulu, langsung belajar duduk saja.
Kalau ummi ingat kakakmu, Naura, di usia 2,5 bulan dia sudah bisa tengkurap dan di usia 10,5 bulan sudah bisa melangkah sendiri.
Tapi ummi sadar, tidak baik membanding-bandingkan kamu dengan kakakmu atau dengan bayi siapa pun karena setiap anak itu unik, termasuk kamu.
Uniknya kamu adalah tidak suka tengkurap di usia yang umumnya bayi-bayi lain tengkurap dan kamu memilih untuk duduk terlebih dahulu daripada tengkurap.
Sungguh unik!
Ketika ummi ajari kamu duduk, kamu cepat bisa, Nak. Sehingga saat MPASI tiba kamu sudah bisa makan dalam posisi duduk.
Masuk pekan ke-2 MPASI, ummi ajari kamu memegang makanan sendiri, ummi beri kamu buah potong yang empuk atau jika daging buahnya keras ummi kukus terlebih dahulu agar bisa dikunyah dengan gusimu. Ini pun kamu cepat bisa, Nak.
Sehingga pada usia 7 bulan kamu sudah pandai makan sendiri makanan dalam bentuk finger food .
Terkadang rasa galau menghampiri, “Kapan kamu tengkurap dan merangkak lalu bangun sendiri dan duduk, Nak?”.
Ada kekhawatiran tumbuh kembangmu tidak normal. Tapi ummi langsung usir saja si galau itu.
Husssh ….pergi jauh!
Lebih baik ummi berdo’a saja, “Ya Rabbi , normalkan tumbuh kembang Zain.”
Sambil mengembalikan rasa optimis bahwa kamu adalah bayi yang sehat dan cerdas dan pada saatnya kamu bisa bangun sendiri.
Kamu sudah bisa duduk dengan baik pada usia 7 bulan, tapi masih dibantu saat bangunnya, belum bisa bangun sendiri dari posisi berbaring karena belum juga mau tengkurap apalagi merangkak.
Bagaimana mau merangkak, tengkurap saja kamu belum mau padahal untuk bisa merangkak itu kamu harus pandai tengkurap terlebih dahulu.
Ummi jadi berpikir apa kamu termasuk anak yang tidak melalui tahap merangkak ya? Bukankah kalau bayi yang tidak merangkak biasanya dia ngesot ?
Ya, dugaan ummi benar. Menjelang usiamu 11 bulan kamu memberi ummi kejutan, kamu bisa ngesot jauh, Nak. Ummi perhatikan kamu bisa ngesot dari ruang tengah sampai ke dapur padahal saat itu kamu baru bisa ngesot lho, tapi sudah kuat jauh.
Lalu, sepekan setelah itu kamu memberi kejutan lagi, tiba-tiba kamu bisa merambat, berdiri sendiri dengan berpegangan kemudian berjalan merambat dengan berpegangan.
Dan akhirnya, kamu bisa bangun sendiri dari posisi berbaringmu di usia 13 bulan setelah beberapa hari sebelumnya ummi ajarkan caranya. Dan caramu bangun sama persis seperti yang ummi ajarkan.
Luar biasa, kamu sudah paham instruksi rupanya, Nak. Alhamdulillah, ummi pun bertepuk tangan sambil “horeee” kamu sudah bisa bangun sendiri.
Dan lagi-lagi kamu tiru apa yang ummi lakukan, setiap kamu bangun langsung tertawa memperlihatkan 4 giginya dan bertepuk tangan.
Maa syaa Allah ya !
**************************
Wanita, bersabarlah...
Mulai dari sebelum hamil.
Bila bertahun-tahun menikah, kau belum memperoleh keturunan. Kau akan menjadi buah bibir.
Ketika hamil pun di uji dengan semua perkembangan perut, tingkah laku ibunya, tingkah laku pasangan, efek dari kehamilan yang dirasakan ketika tidak sebagus dan seenak orang lain. Kau mungkin memiliki tekanan pikiran dan beban perasaan.
Ketika hendak melahirkan ada banyak kemungkinan yang tidak terduga saat melahirkan nanti. Kau mungkin menjadi sangat cemas.
Setelah melahirkan pun dengan selamat dan yang dilahirkan selamat. Normalkah atau Caesar kah ? Kau akan menjadi buah bibir.
Semoga kita menjadi wanita dambaan surga , aamiin
Berpikir positif.
Ucapan ibu adalah doa.
In syaa Allah. Buktinya? Sangat banyak.
Contoh sangat kecil yang pernah saya alami ketika baru saja bayi dilahirkan. Ketika ada beberapa menjudge bayi saya berhidung _pesek_ saya berpaling dan berkata "tidak kok, mancung nanti" alhamdulillah ketika dibawa pulang kerumah sekitar kurang usia 40 harian dan banyak yang jenguk. Mereka berkata, hidung mancung, bagus. Memang sekarang terlihat lebih jelas kalau si kecip tidak pesek. Sepele ya ,hehee. Tapi, melihat secuil kisah ini menambah energi positif yang lain kalau kita mempunyai hak untuk mendoakan anak kita dan berhak untuk Allah wujudkan.
Jangan membandingkan bayi kita dengan bayi oranglain. Contoh kecil lainya. Saat si kecil di rawar diruang NICU langsung setelah lahir karena tidak menangis. Ia dirawat sampai 14 hari sampai benar-benar clear semuanya. Dokternya agak ketat dalam seleksi bayi untuk pulang, meskipun kita punya hak untuk memulangkan bayi secara paksa. Kami ikut dokter saja sambil terus berdoa.
Disisi lain bayi saudara saya hanya sebentar 4 hari saja. Bahkan ada yang tidak sampai dirawat. Kata suster memang bayi tidak bisa disamakan dan dipastikan seperti orang dewasa untuk benar-benar mengetahui kapan pulang?
Sempat menjadi buah bibir ketika bayi saya belum pulang pulang dari RS. Sempat juga mendapat sindiran kenapa saya melahirkan tidak semudah mereka mereka. Padahal itu luka jahitan belum kering sudah mendapat perkataan kurang sopan seperti itu. Normal, tapi mengejan saya kurang kuat karena gak ada tenaga. Habis ketika mulas.
Namun, disisi lain Allah berikan ketenangan. Setelah dari rumah sakit itu Zahra sehat sentosa sampai sekarang. Alhamdulillah
Disaat bayiku belum bisa tengkurap sendiri dan kembali telentang. Bisa sesekali, tapi malas . Dia kurang nyaman dan menyukainya.
Saya yakin dia bisa suatu saat nanti. Atau bahkan saya pikir dia bisa duduk dan berjalan tanpa melewati proses itu.
Dan biidznillah,
saat usianya 6 bulan dia sudah mau duduk sendiri. Dan bisa didudukan saat bermain dan makan. Dan saya yakin kepada Allah nanti akan lebih baik lagi in syaa Allah.
Seperti kisah Ummi Zain dibawah ini (saya dapat dari blog beliau: invisa.wordpress.com)
yang membuktikan bahwa doa ibu mustajab....
**********************
Zain, akhirnya kamu bisa bangun sendiri, Nak.
Alhamdulillaah , senangnya…. hati ummi. Sudah sejak usiamu 3 bulan, ummi menantikan kapan kamu bisa tengkurap lalu bangun sendiri dari posisi berbaringmu seperti ini.
Ummi menantikannya dengan berkeyakinan pasti suatu saat kamu bisa melakukannya.
Kamu pasti bisa, Nak!
Dulu, sampai usiamu 5 bulan kamu masih belum mau tengkurap , kecuali hanya posisi miring hampir tengkurap tapi dengan cepat kamu ubah posisimu menjadi berbaring lagi.
Sering ummi ajarkan tapi kamu malah menangis tidak mau tengkurap.
Sampai ummi berpikir kamu tidak suka tengkurap.
Ya sudahlah, ummi tidak mau memaksa kalau kamu tidak mau tengkurap saat itu. Tapi ummi yakin suatu saat kamu pasti bisa.
Insya Allah.
Ummi yakin kamu tidak mau tengkurap bukan karena fisikmu lemah.
Walau kamu termasuk bayi bertubuh ramping tapi tenagamu kencang sekali.
Buktinya, kamu suka menghentak-hentakkan kaki ke kasur dalam posisi berbaring sampai tubuhmu sedikit terangkat-angkat dan kamu pun tertawa riang.
Ummi sampai heran, kecil-kecil tapi tenagamu kuat. Maasyaa Allaah.
Karena kamu belum mau tengkurap saat itu padahal usiamu menjelang masuk ke masa MPASI maka langsung saja ummi ajarkan kamu duduk.
Kamu harus belajar duduk karena nanti kalau kamu makan harus dalam posisi duduk. Tidak apalah tahap tengkurap di lompati dulu, langsung belajar duduk saja.
Kalau ummi ingat kakakmu, Naura, di usia 2,5 bulan dia sudah bisa tengkurap dan di usia 10,5 bulan sudah bisa melangkah sendiri.
Tapi ummi sadar, tidak baik membanding-bandingkan kamu dengan kakakmu atau dengan bayi siapa pun karena setiap anak itu unik, termasuk kamu.
Uniknya kamu adalah tidak suka tengkurap di usia yang umumnya bayi-bayi lain tengkurap dan kamu memilih untuk duduk terlebih dahulu daripada tengkurap.
Sungguh unik!
Ketika ummi ajari kamu duduk, kamu cepat bisa, Nak. Sehingga saat MPASI tiba kamu sudah bisa makan dalam posisi duduk.
Masuk pekan ke-2 MPASI, ummi ajari kamu memegang makanan sendiri, ummi beri kamu buah potong yang empuk atau jika daging buahnya keras ummi kukus terlebih dahulu agar bisa dikunyah dengan gusimu. Ini pun kamu cepat bisa, Nak.
Sehingga pada usia 7 bulan kamu sudah pandai makan sendiri makanan dalam bentuk finger food .
Terkadang rasa galau menghampiri, “Kapan kamu tengkurap dan merangkak lalu bangun sendiri dan duduk, Nak?”.
Ada kekhawatiran tumbuh kembangmu tidak normal. Tapi ummi langsung usir saja si galau itu.
Husssh ….pergi jauh!
Lebih baik ummi berdo’a saja, “Ya Rabbi , normalkan tumbuh kembang Zain.”
Sambil mengembalikan rasa optimis bahwa kamu adalah bayi yang sehat dan cerdas dan pada saatnya kamu bisa bangun sendiri.
Kamu sudah bisa duduk dengan baik pada usia 7 bulan, tapi masih dibantu saat bangunnya, belum bisa bangun sendiri dari posisi berbaring karena belum juga mau tengkurap apalagi merangkak.
Bagaimana mau merangkak, tengkurap saja kamu belum mau padahal untuk bisa merangkak itu kamu harus pandai tengkurap terlebih dahulu.
Ummi jadi berpikir apa kamu termasuk anak yang tidak melalui tahap merangkak ya? Bukankah kalau bayi yang tidak merangkak biasanya dia ngesot ?
Ya, dugaan ummi benar. Menjelang usiamu 11 bulan kamu memberi ummi kejutan, kamu bisa ngesot jauh, Nak. Ummi perhatikan kamu bisa ngesot dari ruang tengah sampai ke dapur padahal saat itu kamu baru bisa ngesot lho, tapi sudah kuat jauh.
Lalu, sepekan setelah itu kamu memberi kejutan lagi, tiba-tiba kamu bisa merambat, berdiri sendiri dengan berpegangan kemudian berjalan merambat dengan berpegangan.
Dan akhirnya, kamu bisa bangun sendiri dari posisi berbaringmu di usia 13 bulan setelah beberapa hari sebelumnya ummi ajarkan caranya. Dan caramu bangun sama persis seperti yang ummi ajarkan.
Luar biasa, kamu sudah paham instruksi rupanya, Nak. Alhamdulillah, ummi pun bertepuk tangan sambil “horeee” kamu sudah bisa bangun sendiri.
Dan lagi-lagi kamu tiru apa yang ummi lakukan, setiap kamu bangun langsung tertawa memperlihatkan 4 giginya dan bertepuk tangan.
Maa syaa Allah ya !
**************************
Wanita, bersabarlah...
Mulai dari sebelum hamil.
Bila bertahun-tahun menikah, kau belum memperoleh keturunan. Kau akan menjadi buah bibir.
Ketika hamil pun di uji dengan semua perkembangan perut, tingkah laku ibunya, tingkah laku pasangan, efek dari kehamilan yang dirasakan ketika tidak sebagus dan seenak orang lain. Kau mungkin memiliki tekanan pikiran dan beban perasaan.
Ketika hendak melahirkan ada banyak kemungkinan yang tidak terduga saat melahirkan nanti. Kau mungkin menjadi sangat cemas.
Setelah melahirkan pun dengan selamat dan yang dilahirkan selamat. Normalkah atau Caesar kah ? Kau akan menjadi buah bibir.
Semoga kita menjadi wanita dambaan surga , aamiin
Tags:
Pengasuhan Anak