Bencana
Ketika gempa bumi mengguncang Indonesia secara beruntun,
bila tsunami tiba-tiba dihadapan mata,
ketika para korban berjatuhan menemui ajalnya,
ketika rumah megah sekalipun hancur berkeping-keping sama rata dengan tanah yang dinjak-injak,
ketika para wanita menjadi janda dan anak-anak menjadi yatim tanpa orang tua..
Pada saat semua itu terjadi, hendaknya kita semua yang masih diberi kesempatan hidup lebih mendekatkan diri kepada Allah, mengingat akhirat, segera bertaubat, bersemangat ibadah, dan tidak tertipu dengan dunia yang fana.
Berikut ini beberapa amalan yang hendaknya kita lakukan ketika gempa dan tsunami terjadi, sudah terjadi, dan akan terjadi :
1. Taubat kepada Allah
Sesungguhnya peristiwa ini akan membuahkan bertambahnya iman seorang mukmin, memperkuat hubungannya dengan Allah.
Memang benar terjadinya bencana karena perihal geografis. Namun, sebagai pemeluk agama Islam yang mengimani kekuasaan Allah mestinya parameter utama yang dipasangnya adalah keimanan.
Sadar bahwa musibah-musibah ini tidak lain adalah akibat dosa-dosa anak manusia berupa kesyirikan, kemaksiatan, dsj.
Tapi, mengapa ada tempat yang bergelimang dosa itu aman bencana ?
Coba buka bab " Istidroj" ini justru lebih mematikan.
Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah berkata,
"Kadang-kadang Allah mengizinkan bumi bernapas sehingga mengakibatkan gempa dan tsunami yang dahsyat,
sehingga hal itu menjadikan ketakutan kepada Allah, kesedihan, taubat dan berserah diri kepada Allah".
Tidaklah terjadi suatu malapetaka melainkan karena dosa, dan malapetaka itu tidak akan dicabut oleh Allah kecuali dengan taubat.
2. Banyak berdzikir, doa, dan istighfar kepada Allah
Imam Syafi'i mengatakan,
"Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih".
Imam as-Suyuthi berkomentar,
"Hal itu karena dzikir dapat mengangkat bencana dan adzab, sebagaimana firman Allah:
"Maka kalau sekiranya dia (Nabi Yunus a.s) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit" (QS. ash-Shoffat [37]: 143-144).
Kita renungkan firman Allah:
"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka.
Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun"
(QS. al-Anfal [8]: 33).
Ayat mulia ini menunjukkan bahwa ada dua hal yang dapat melindungi manusia dari adzab.
Pertama, adanya Nabi Muhammad di tengah-tengah manusia dan ini bersifat sementara.
Kedua, istighfar dan meninggalkan segala dosa dan ini bersifat seterusnya sekalipun Nabi telah meninggal dunia.
3. Membantu para korban bencana
Saudaraku, bila kita sekarang dalam kenikmatan dan kesenangan, kita bisa makan, minum, dan memiliki rumah, maka ingatlah saudara-saudaramu yang terkena bencana.
Saat ini mereka sedang kesusahan dan kesulitan.
Maka ulurkanlah tanganmu untuk membantu mereka semampu mungkin.
Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam bersabda:
"Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat" (HR. Muslim no. 2699).
Terlebih lagi orang kaya, pengusaha, pemerintah, dan bangsawan, hendaknya mereka mengeluarkan hartanya untuk membantu para korban.
Dahulu, tatkala terjadi gempa pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, beliau menulis surat kepada para gubernurnya untuk bersedekah dan memerintah rakyat untuk bersedekah.
Dan sebaiknya para relawan saling membantu dan saling melengkapi antar sesama sehingga terwujudlah apa yang menjadi tujuan mereka, jangan sampai ada terjadi pertengkaran atau perasaan bahwa dia adalah orang yang paling pantas dibanding lainnya.
4. Menegakkan Amar Maruf Nahi Munkar
Sebagaimana tadi kita sebutkan bahwa termasuk faktor terjadinya gempa adalah dosa umat manusia.
Maka sebaiknya kita berupaya menghilangkan, salah satu caranya dengan:
✅ menegakkan dakwah
(Baik lisan, tulisan, maupun perbuatan)
✅ saling menasihati (tidak ada manusia selamanya benar, maka saling menegur itu tak mengapa)
✅ Amar Maruf Nahi Munkar sehingga mengecillah kemungkaran.
Apabila kita acuh tak acuh dan mendiamkan kemungkaran maka tak ayal lagi bencana tersebut akan kembali menimpa kita.
"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat.
Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu" (QS. al-Maidah [5]: 78-79).
Kebenaran datangnya dari Allah ,bila terdapat kesalahan itulah dari saya.
Semoga Allah mengampuni dan meridhoi kita semua.
bila tsunami tiba-tiba dihadapan mata,
ketika para korban berjatuhan menemui ajalnya,
ketika rumah megah sekalipun hancur berkeping-keping sama rata dengan tanah yang dinjak-injak,
ketika para wanita menjadi janda dan anak-anak menjadi yatim tanpa orang tua..
Pada saat semua itu terjadi, hendaknya kita semua yang masih diberi kesempatan hidup lebih mendekatkan diri kepada Allah, mengingat akhirat, segera bertaubat, bersemangat ibadah, dan tidak tertipu dengan dunia yang fana.
Berikut ini beberapa amalan yang hendaknya kita lakukan ketika gempa dan tsunami terjadi, sudah terjadi, dan akan terjadi :
1. Taubat kepada Allah
Sesungguhnya peristiwa ini akan membuahkan bertambahnya iman seorang mukmin, memperkuat hubungannya dengan Allah.
Memang benar terjadinya bencana karena perihal geografis. Namun, sebagai pemeluk agama Islam yang mengimani kekuasaan Allah mestinya parameter utama yang dipasangnya adalah keimanan.
Sadar bahwa musibah-musibah ini tidak lain adalah akibat dosa-dosa anak manusia berupa kesyirikan, kemaksiatan, dsj.
Tapi, mengapa ada tempat yang bergelimang dosa itu aman bencana ?
Coba buka bab " Istidroj" ini justru lebih mematikan.
Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah berkata,
"Kadang-kadang Allah mengizinkan bumi bernapas sehingga mengakibatkan gempa dan tsunami yang dahsyat,
sehingga hal itu menjadikan ketakutan kepada Allah, kesedihan, taubat dan berserah diri kepada Allah".
Tidaklah terjadi suatu malapetaka melainkan karena dosa, dan malapetaka itu tidak akan dicabut oleh Allah kecuali dengan taubat.
2. Banyak berdzikir, doa, dan istighfar kepada Allah
Imam Syafi'i mengatakan,
"Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih".
Imam as-Suyuthi berkomentar,
"Hal itu karena dzikir dapat mengangkat bencana dan adzab, sebagaimana firman Allah:
"Maka kalau sekiranya dia (Nabi Yunus a.s) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit" (QS. ash-Shoffat [37]: 143-144).
Kita renungkan firman Allah:
"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka.
Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun"
(QS. al-Anfal [8]: 33).
Ayat mulia ini menunjukkan bahwa ada dua hal yang dapat melindungi manusia dari adzab.
Pertama, adanya Nabi Muhammad di tengah-tengah manusia dan ini bersifat sementara.
Kedua, istighfar dan meninggalkan segala dosa dan ini bersifat seterusnya sekalipun Nabi telah meninggal dunia.
3. Membantu para korban bencana
Saudaraku, bila kita sekarang dalam kenikmatan dan kesenangan, kita bisa makan, minum, dan memiliki rumah, maka ingatlah saudara-saudaramu yang terkena bencana.
Saat ini mereka sedang kesusahan dan kesulitan.
Maka ulurkanlah tanganmu untuk membantu mereka semampu mungkin.
Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam bersabda:
"Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat" (HR. Muslim no. 2699).
Terlebih lagi orang kaya, pengusaha, pemerintah, dan bangsawan, hendaknya mereka mengeluarkan hartanya untuk membantu para korban.
Dahulu, tatkala terjadi gempa pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, beliau menulis surat kepada para gubernurnya untuk bersedekah dan memerintah rakyat untuk bersedekah.
Dan sebaiknya para relawan saling membantu dan saling melengkapi antar sesama sehingga terwujudlah apa yang menjadi tujuan mereka, jangan sampai ada terjadi pertengkaran atau perasaan bahwa dia adalah orang yang paling pantas dibanding lainnya.
4. Menegakkan Amar Maruf Nahi Munkar
Sebagaimana tadi kita sebutkan bahwa termasuk faktor terjadinya gempa adalah dosa umat manusia.
Maka sebaiknya kita berupaya menghilangkan, salah satu caranya dengan:
✅ menegakkan dakwah
(Baik lisan, tulisan, maupun perbuatan)
✅ saling menasihati (tidak ada manusia selamanya benar, maka saling menegur itu tak mengapa)
✅ Amar Maruf Nahi Munkar sehingga mengecillah kemungkaran.
Apabila kita acuh tak acuh dan mendiamkan kemungkaran maka tak ayal lagi bencana tersebut akan kembali menimpa kita.
"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat.
Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu" (QS. al-Maidah [5]: 78-79).
Kebenaran datangnya dari Allah ,bila terdapat kesalahan itulah dari saya.
Semoga Allah mengampuni dan meridhoi kita semua.
Tags:
Edukasi
