Hijrah Halif #CerpenSahabat

Kumpulan Cerpen from my best friend.
H.I.J.R.A.H
Halif
Author: Inten Safitri

Malam yang sunyi serta dingin membuatku menarik selimut tebal yang tepat didepanku, saat semua panghuni rumah sudah tertidur lelap aku masih memegang buku yang berisikan materi yang akan diujikan esok hari,dalam benakku, kali ini aku ingin menjadi yang terbaik minimal masuk 10 besar.
Kini aku sudah kelas 1 smp aku tak mau lagi seperti dulu ketika di sd tak ada prestasi yang kutorehkan baik prestasi akademik atau non akademik yang ada dibenakku hanya bermain dan bermain,sama seperti anak pada umunnya yang ingin menikmati masa kanak- kanak.
Sampai pada satu kejadian yang membuatku merubah segalanya, ingin menjadi yang terbaik, keadaanku waktu itu selalu jadi bahan ejekan orang lain ,karena rambutku yang ikal berbeda dengan yang lain dan motivasi seorang guru yang sangat menginspirasi dan merasa bahwa beliaulah orang yang pertama kali menghargaiku dan mendukungku serta mengakui keberadanku.
***
Sore itu adalah sore yang sangat bersejarah bagiku, yang membuatku ingin berubah ke arah yang lebih baik. “ ikh baju mu belum ganti ya” tegas perkataan temanku itu padaku. Yang lain menoleh satu sama lain dan mulai mencium dari mana arahnya, dan arah mata mereka tertuju padaku. “kamu gak punya baju lagi, dari dua hari yang lalu masih pake yang itu”. Aku tak bisa berkata-kata memang benar yang mereka katakan. Dan mereka mulai menjauh dariku serta mengataiku dengan kata –kata yang menyakitkan dan membuatku marah. “huh baju halif bau,udah rambut ikal gak punya baju ganti lagi hahaha”. Tawa mereka menggelelar tak berperasaan . “ tapi aku tak punya mulut seperti kalian lebih busuk dari bau baju yang tak ku ganti ini !!!” jawabku dengan suara parau menahan kesal.
Jawaban yang aku utarakan tak membuat mereka gentar dan malah lebih berani lagi “ halif bau... gak punya baju...” dengan kompak mereka membuliku. Aku tak mau berlam-lama dengan mereka yang hanya membuat kesal, aku bergegas pulang dan lari dari teriakan mereka.
***
Ku ketuk pintu sambil menyeka air mata “ ambu..ambu buka pintunya mbu” tak berapa lama seorang wanita paruh baya keluar “ kenapa halif biasanya juga suka pakai salam” aku tak mau menjawab aku masih menyeka air mataku yang terus mengalir ketika ambu menghampiriku, ku peluk ambu dan mengadu apa yang terjadi hari ini. Ambu berkaca- kaca mendengar semua ceritaku “ayu masuk halif , maafkan ambu yang belum mengganti baju halif , sekarang ganti bajunya dan bergegas mandi ya nak”.
Tanpa berlam-lama aku mengikuti perintah ambu. Aku mengerti kenapa ambu tak terlalu fokus mengurusku karena ambu juga punya banyak anak yang harus ambu urusi , dan mereka masih kecil-kecil.
Sepanjang aku mandi aku terus menggerutu “suatu saat nanti yang mengejekkku akan membutuhkanku, dan mereka akan menarik ucapan hinaan tersebu dan menggantinya dengan pujian dan kata maaf”.
***
Upacara baru selesai dilaksanakan. Para peserta ospek pun masuk ke kelasnya masing masing, tak tertinggal aku dan teman teman sepermainanku, mereka semua ada beberapa yang satu angkatan denganku. Dan waktu itu aku dan mereka duduk dikelas 7a.
Dikelas para peserta mengenalkan identitasnya masing-masing dan tiba giliranku “ namaku hanif aku berasal dari sdn ciputat..aku tinggal...” belum selesai perkenalanku dari belakang ada yang meneriakan suara bernada membuli dalam hatiku sudah menebak pelakunya pasti tak jauh orang yang suka membuliku waktu sd siapa lagi kalau bukan darim. “sekelas lagi sama si ikal hahaha”. Teman teman yang tadinya sama sekali tak memperhatikan rambutku , karena ulah darim mereka mulai memperhatikanku. Banyak respon yang ku lihat dari mulai berbisik satu sama lain. Ada yang menahan tawa karena tak enak padaku.
Tak berapa lama setelah itu darim diteriaki oleh seorang guru yang akan mengisi materi di kelas kami yang mana beliau menyuruh kami untuk memperkenalkan identitas masing masing sebelum materi diberikan.
***
Kelas begitu hening, semua peserta mengerjakan soal dengan sangat khusu, tak ada satupun yang berani untuk mencontek, karena peraturan yang sangat ketat dari para guru. jikalau ada ketahuan yang mencontek akan disuruh mengulang tahun depan dengan adik kelas dari awal kegiatan ospek dimulai.
Banyak wajah yang tersirat dikelas itu tepatnya di kelas 7a. Dari yang  fokus mengerjakan sampai ada yang bingun tak tahu harus menjwab apa saking tidak ada persiapan. mereka menggaruk kepala. Ada yang mengerenyitkan dahi . dan masih banyak lagi.
Berbeda denganku hatiku bahagia , karena semua yang ku hapalkan tadi malam ada untuk menjawab semua soal tentang materi ospek yang sudah ku lalui 5 hari kebelakang. Dan hari ini adalah hari terakhir aku dan teman-temanku mengikuti ospek.dan setelah ini akan ada pengumuman siapa saja perwakilan dari setiap kelas untuk menjadi yang terbaik diospek angkatan ke 12.
***
“darim lancang sekali , apa kamu sudah sempurna tak punya kekurangan!!!’’ . aku dan teman temanku semua diam termasuk darim menunduk malu. “siapapun dikelas ini yang berani menghina temannya harap laporkan pada bapa dan akan bapa tindak lanjuti ke bk”.
Dalam hatiku berkata “ akhirnya ada yang memberi pelajaran pada darim” . “lanjutkan halif tak usah malu atau tak enak dengan perkataan darim”. Tuturnya padaku. Akhirnya aku melanjutkan perkenalaku dan semua mulai kebagian mengenalkan identitasnya masing- masing. Setelah semuanya selesai. Pak lukman memberikan materi ospeknya dan kami semua memperhatiakn dengan seksama, di akhir pemberian materi. Pa lukman memberikan sebuah motivas yang merubahku menjadi lebih baik. “sebelum bapa tutup ada sebuah cerita yang akan bapa sampaikan pada kalian dan tolong ambil hikmahnya dari cerita ini”. Aku yang waktu itu duduk paling depan , memperhatikan dengan seksama dan termotivasi bahwa tidak ada kata terlambat untuk menjadi yang terbaik . dan kata katanya yang masih ku ingat saat itu “ dalam hidup kita hanya sekali maka lakukan lah yang terbaik yang bisa bermaanfaat bagi orang lain , dimulai dari diri sendiri, dan saat ini”.
***
Bel pun berbunyi , kami para peserta ospek bergegas menuju lapangan. Pengumuman pun mulai diumumkan dari mulai masuk sekolah, serta wali kelas. Saat itu aku dan teman –tamanku berdiri menahan terik panas matahari sambil mendengarakan pangumuman kami saling berbisik menanyakan jam. Tak terasa pengumuman pun berlanjut pada pengumuman para peserta terbaik ospek angakatan 12. Ku tunggu pengumuman itu. di panggil  mulai dari perwakilan kelas 7e. Karena biasanya 7a yang lebih dulu dan tadi ketua kelas 7e menyarankan untuk mereka didahulukan karena berbagai alasan.
“ dan untuk perwakilan dari kelas 7a... peserta terbaik diraih oleh....”
Saat pengumuman berlangsung detak jatungku seperti memopa lebih cepat, dan seakan jarum jam berhenti sesaat, dalam hatiku berkata “semoga kali ini bisa”bagaimana tak berkata seperti itu aku sudah melakukan yang terbaik walau akhirnya pasrah juga.
“diraih oleh...Muhammad halif kaysan” semua bertepuk tangan, aku tersenyum dan bergegas maju ke depan . semua peserta terbaik perwailan kelasnya  berfoto bersama. Dan semua guru menyalamiku termasuk pak lukman yang saat itu membelaku saat diledek oleh darim. “ selamat halif , manusia tidak dinilai dari fisiknya tapi dinilai dari ketakwaannya”. Aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada beliau yang selalu mendukungku dan selalu membangkitkan semagatku untuk menjadi yang lebih baik lagi.
TAMAT


******************************************************

Post a Comment

Previous Post Next Post