Hijrah Kaina #cerpensahabat

Story from my best friend guys!
Hijrah Kaina
Author: Inten Safitri

Ketika kaina tertidur lelap, tiba –tiba sang suami berbisik dan mengucapakan kata yang membuatnya bahagia “ selamat ulang tahun sayang”, rona bahagia sambil masih digelayuti rasa kantuk pun, tak kuas membuat bibir kaina tersenyum. “teteh kira a lupa”. Suami kaina membawakan sebuah bikisan yang tak begitu besar namun juga tak begitu kecil.” Aa gak pernah lupa, hanya menunda biar jadi berkesan buat teteh, maaf ya gak ada kuenya ini aja, semoga teteh suka”.
Kaina mengambil bingkisan itu dan membukannya “ikh lucu bantal bonekanya maksih aa” sambil memeluk suaminya. Malam itu kaina begitu bahagia bukan hanya sekedar suaminya yang memberikan kejutan serta hadiah namun keberadaan suaminya juga adalah kado diulang tahunnya yang ke 21 setelah ulang tahun yang ke 20 yang tak pernah ia lupakan, dia harus kehilangan ayahnya tercinta dan membuat hidup kaina berubah.
***
Senin pagi adalah hari terakhir bersama ayahnya, untuk sekedar makan bersama, berbincang yang membuat kaina tertawa, entah kenapa waktu itu ibu pun tak ikut hanya kaina dan ayahnya. Tak ada kata –kata ayahnya yang membuat kaina curiga bahwa hari itu mereka terakhir makan bersama.
“aina antar ayah pergi kontrol ke rumah sakit ya hari ini, soalnya ibu gak bisa, rumah belum selesai dibereskan”, tak biasanya aina agak sedikit enggan pergi berdua dengan ayah yang ada dihatinya waktu itu “ibu juga ikut ,masalah rumah biar saja”.
***
Suasana rumah sakit yang ramai, semua orang duduk menanti gilirannya di ganggil, tak terkecuali aina dan ayahnya duduk berdampingan tak ada obrolan dari mereka, ayah hanya mengajak aina makan siang sambil menunggu  mendapatkan nomor antrian untuk antri selanjutnya ke dokter spesialis yang mereka tuju yaitu dokte THT.
Kaina dan ayah langsung memilih makanan yang akan mereka santap kerana rumah makan yang mereka kunjungi sistemnya parasmanan seperti dihajatan pada umunya.” Tolong pesenin soto nay buat ayah ” panggilan kesayangan ayah pada kaiana adalah nay, jauh memang dengan nama aslinya tapi itu punya arti tersendiri bagi ayah, dan kaina tak keberatan dipanggi itu. Tak perlu lama kaina pun mengikuti perintah ayahnya” bu pesen soto babat ya 1”. Tak ada jawabanya yang ada hanya anggukan yang mengisyaratkan kata tersebut.
“ayah setelah ini kita kesana lagi trus udah gitu ngapain yah”. Ayah hanya tersenyum dan menjawab “ periksa ke dokterlah nay udah gitu pulang”.pertanyaan polos kaina selalu ia lontarkan hanya pada ayahnya, karena ayah kaina lah satu –satunya orang yang memanjakan kaina.
***
“bapa silahkan masuk, dan neng tunggu disini saja” perawat tersebutpun masuk beserta ayahnya. Kaina menunggu diluar ruangan sambil melihat pemandangan sekitar rumah sakit. Ketika sedang memperhatikan kupu-kupu yang sangat cantik terbang hinggap di bunga yang sedari tadi ia perhatikan. Ketika sedang asyik-asyiknya memperhatikan, ayah kaina keluar dan mengajak kaina pulang.
“ayah tadi apa kata dokter?” ayah tersenyum dan mengelus kepala kaina “besok ayah harus ke sini lagi buat diperiksa lagi gitu aja ko nay tapi sekarang ayah mau pulang saja”. Kaina mengerutkan dahi “ini kan juga mau pulang yah ke rumah ,besok kita bertiga aja sama ibu”. Tak biasanya ayah menjawab dengan suara parau seperti sedang menhan tangis “ gak usah”. Kaina semakin bingun dengan jawaban ayahnya, maklum saja dari dulu ayah kaian tak pernah membuat anak sematawayang menangis ataupun bersedih tak tega, ayahnya hanya ingin kaina hidup bahagia tanpa masalah atau beban apapun.
***
“ayahhhhhh”tangisnya pecah ,kaina tak kuasa melihat orang yang sangat dicintainya pergi meninggalkan dia untuk selama-lamanya,air matanya mengalir begitu deras.hancur perasaannya karena tak bisa berbuat apa- apa ,hanya penyesalan yang menyesakan dada.
Hari itu langitpun ikut mendung mewakili perasaan kaina. Para pelayad pun berdatangan semua keluarga kaina berada dirumah itu ,para tetangga ikut membantu menguruskan jenazah ayahnya dari mulai memandikan sampai mengkafani. Tiba –tiba kaina dipeluk oleh ibunya “ maafkan ibu kaina”. Kaina hanya terdiam air matanya tak berhenti mengalir . bibi kaina pun memeluk kaina “ sabar sayang ,allah sayang sama ayah kaina, kaina harus jadi anak solehah yah biar ayah masuk surga”.
Ketika jenazah  ayahnya akan dimakamkan kaina, ibu dan anggota keluarga wanita dilarang ikut  untuk memakamkan “ para wanita tak usah ikut kemakam” ujar paman kaina sambil membawa payung untuk mengantarkan jenazah ayahnya.
***
Hari ini adalah hari ulang tahun kaina tepatnya tanggal 18 mei 2015, namun perayaan ulang tahun kaina tak seperti biasanya, penuh dengan hadiah , makan bersama serta canda tawa bersama keluarga besarnya. Karena hari itu adalah hari ketujuh ayahnya meninggal dunia, tak ada yang ingat saat itu, semuanya sibuk dengan acara tahlilan hari terakhir.
Kaina mengurung diri dikamar sambil memeluk lutut dan menundukan kepala kaina mengis lagi” ayah hari ini ulang tahun kaina kenapa ayah pergi” air matanya kembali menangis mengalir tak tertahan. Ayah kaina adalah orang yang sangat bahagia bila anaknya sedang merayakan ulang tahun, selalu ada haidah untuk kaina yang kaina impikan saat ulang tahun bisa jadi kenyataan.
Diulang tahun ke 20 kaina diberikan hadiah yang sangat tak terlupakan ayahnya harus menghadap sang ilahi. tak ada perayaan pesta yang ada hanya bajirnyaan air mata yang membuat mata kaina sembab.
***
Setelah ayahnya pergi,kaina mulai memegang tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, ia mencoba melamar bekerja sebagai guru disatu sekolah dan tak terlalu sulit untuk kaina melamar di sekolah tersebut akhirnya kaina di terima. Ibunya yang sudah tak muda lagi tak mungkin bekerja dan selama menikah dengan ayah kaina ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Yayasan Darrul Ilmi adalah tempat kaina bekerja, dan disana pula allah gantikan kesedihan kaina dengan kebahagiaan. Dia akan dipertemukan dengan  sesosok laki-laki yang akan menjadi imamnya kelak. Karena dalam shalat kaina ia selalu berdoa” ya allah hamba ridho atas musibahmu ,karena hamba percaya ada hikmah dibalik ini semua terjadi dan engkau pasti akan menggantikan dengan lebih baik diperjalanan hidup hamba”.
***
Sudah hampir enam bulan kaina mengajar disana, tak pernah terpikirkan bahwa jodohnya dipertemukan disana,selama enam bulan berjalan tak ada yang aneh dengan rekan-rekan guru  disekolah tersebut, kaina hanya menganggap semua partner dalam bekerja.
Namun ada satu yang menggajal dalam hatinya ketika dipertemukan dengan satu laki-laki ini seperti ada kekakuan yang entah dia pun tak bisa menjelaskan,tak pernah bertegur sapa ,namun hanya melempar senyuman,ketika bertemu pun jantungnya selalu bergedegup kencang lebih cepat dari biasanya.
Guru PAI itu yang sering membuat jantung kaina berdegub kencang pa Ihsan , ketika dulu kaina melamar bekerja di yayasan itu, ternyata pa ihsan juga sedang melamar menjadi guru. Tak ada obrolan namun  hanya lemparan senyuman ketika mereka bertemu. Dalam hati kaina pun selalu menepis perasan itu.
Seperti sudah skenarioNYA , kekakuan ketika bertemu,jantung yang selalu berdegup kencangpun terjawab oleh peristiwa hujan itu, dimana mereka tak sekedar melempar senyuman namun harus ada perbincangan.
***
Hujan begitu lebat , tak ada satu orangpun yang berani menerobosnya ,hanya ada satu wanita yang berpayung dengan anggun dan berani menerobos hujan yaitu kaina.
Ada tempat yang kaina tuju yaitu mesjid, karena waktu itu waktu shalat dzuhur kaina ingin segera menunaikan shalat. Di ujung sana di dekat mesjid ada laki-laki yang menunggu hujan itu reda, karena ada keperluan yang juga ia inginkan.
Hujan itu memang ditakdirkanNYA untuk kaina dan ihsan bertemu “ boleh pinjam payungnya bu” kedua bola mata itu saling bertatapan dengan jarak yang cukup dekat “ boleh pak ,silahkan” senyum kaina menyungging mengikuti jawabannya.
Entah mengapa detak jangtung kaina  sedikit berdetak lebih kencang. Tatapannya membuat malu untuk bertemu kembali¸dalam hati kaina bergumam “ kalau bukan hujan tak mungkin ada percakapan”.
Diujung sana ihsan pun merasakan tatapan yang berbeda yang membuat aliran darahnya mengalir lebih cepat, senyum itu masih ada di memorinya. Tak pernah ia duga bahwa percakapan itu berkesan untuknya.
***
Semenjak pertemuan itu kaina dan ihsan lebih akrab, namun canggung diantara mereka masih tersirat karena keduanya masih menyimpan perasaan yang sama.
Sampai dimana waktu yang membuat kaina tak menyangka ihsan mengirimkan sebuah pesan yang menyatakan perasaannya dan mengajaknya untuk menikah, waktu itu kaina masih tidak percaya dan ingin membuktikan keseriusan ihsan untuk datang saja ke rumah berbicara langsung pada keluarganya.
“assalamu’alaikum teh ,aa udah lama suka sama teteh, mau gak teteh nikah sama aa, aa pengen cinta kita diridhoi sama allah dengan jalan pernikahan”. Waktu seakan berhenti berdetak entah apa yang harus kaina jawab “ kalau masalah  aa mau nikah sama teteh dateng aja langsung ke rumah, bilang ke keluarga teteh” di ujung sana ihsan meyakinkan dirinya bahwa dia akan melamar sang pujaan hati “ isnya allah besok a ke rumah ya teh”. Kaina tersenyum bahagia namun ada ketakukan jawabannya salah dia buka kembai pesan itu dibaca berulang kali agar tak terjadi salah paham. Dalam hati berguman “ asa gak nyambung tapi gak papa besok jadi ke rumah’’.
***
Tepat tanggal 25 April 2016 kaina dan ihsan mengikat janji suci, tangan ihsan berjabat dengan kakak kaina yaitu kang dimas “ saya terima nikah dan kawinya kaian haura indah binti bapa sobirin rukmana almarhum dengan mas kawin 15 gram tunai” sorak sorai para tamu pun mengucapkan alhamdulilah dan bahagia, di ruangan  yang berbeda seorang wanita yang mengenakan baju pengantin ikut bahagia dan kaina bergumam dalam hatinya “do’a itu sudah terjawab kaina, dia yang menjadi suami mu adalah pengganti skenario allah yang dulu membuat mu bersedih”.
TAMAT


****************************************

Post a Comment

Previous Post Next Post