Kado dari Rasulullah untuk Emak-Emak, Berbahagialah !

 Kenapa Rasul Menyebut Ibu 3 kali


Sudah kita ketahui bahwa ada hadits yang menyebutkan Rasulullaah mengutamakan seorang Ibu diatas yang lainnya.
Sehingga, saking utamanya perbandingannya dengan ayah 3:1.

Kenapa Rasulullah Menyebut Ibu sampai 3 kali ?

akan kita bahas secara sederhana saja ya....

Dengan adanya pernyataan Rasul menyebut Ibu sampai 3 kali ini bukan bermakna ayah tidak berhak diperlakukan baik juga.

Namun, prioritas nomor wahid adalah Ibu kita. Dan akan berbeda prioritas juga jika statusnya adalah seorang istri.

Dengan adanya hadits Rasulullah tentang keutamaan seorang Ibu adalah sebuah bentuk penghargaan dari Allah dan Rasul Nya untuk kaum emak emak loh !

Kado dari Rasulullah untuk para Emak-Emak, berbahagialah !

Terkait bilangan yang disebutkan Rasulullah dalam hadits jika disandingkan dengan fase yang tidak dapat tergantikan oleh Ibu ada persamaannya juga.

3 kali disebutkan Rasulullah.
Ibumu...Ibumu...Ibumu...

3 Fase Utama yang dilalui seorang Ibu dan tidak bisa diwakili oleh bapak-bapak.

1. Mengandung

Apakah bapak-bapak bisa membantu istrinya mengandung anaknya karena kasian biar gak capek ? 

Gak bisa!

Cuma Ibu. 

Dan seorang anak gak bakal bisa dititipi ke rahim siapapun kecuali Ibunya sendiri.

Nitip ke tetangga, ya jadi anak tetangga meski bapaknya sama.hehehe

Serius euy!

Jadi, begitu mak....

 Selama mengandung ini para Ibu harus benar-benar memanfaatkan golden
moment bersama janin yang dikandungnya sebelum ia menjadi pria atau wanita dewasa kelak.

Salah satunya adalah memperbanyak baca solawat :)

2. Melahirkan

Mungkin untuk ganti popok, jagain anak tidur, gendong anak, nyuapin anak bisa diwakilkan orang lain.

Tapi, melahirkan?
Siapa yang mampu.

Ini juga adalah fase dimana tidak bisa diwakilkan oleh siapapun sekalipun oleh bapaknya sendiri.

Hanya emak-emak saja yang bener-bener paham bagaimana rasanya mau , sedang , dan sudah melahirkan itu. 

Mau normal kek, sesar kek. 

Kedua-duanya sama-sama sakit luar binasa!

Kalau bapak-bapak ngerasain juga, dijamin deh bakal sayang selalu sama istrinya, wkwkwk.

Serius mak!

Ya, jadi sampai ada juga hadits yang bilang kalau seorang Ibu meninggal karena melahirkan anaknya  maka ia disamakan dengan matinya para syuhada. 

Mati syahid. 

Allaaahu Akbar !

3. Menyusui

Fase ini aslinya tidak bisa digantikan selain kepada kaum emak-emak.

Namun, dijaman canggih ini dimana pabrik susu sudah berlomba-lomba menjual product nya.

Sehingga, fase ini bisa diwakilkan oleh sapi, kambing, atau kacang kedele.

Dalam Al Qur'an Fase menyusui dari ASI hanya teruntuk kaum emak- emak.
 Bukan bapak-bapak.

 Jadi, wajib hukumnya selama 2 tahun anak-anak itu minum ASI.

Kecuali, ada udzur syar'i sehingga anak tidak bisa meminumnya

 Udzur syar'i itu misal dimana Ibu tidak bisa keluar ASI, dalam kondisi sakit dan berbahaya.

Namun, jika benar-benar berusaha In syaa Allah akan ada jalannya, bisa diupayakan, in syaa Allah.

Dan menyusui ini memang bukan hal sepele meski terlihat mudah. Tinggal nempelin aja anaknya, emaknya duduk santai beres.

Nggak segampang itu mas broooooo....

Menyusui juga perjuangan berat....

Harus Melawan:
rasa malaaas
Lemeeeeees
Rasa capeeeeek
Pegeeeeel
Sakiiiiiiit
Sibuuuuukkk
Dsb

Karena menyusui itu kalau sebentar aja sih gak masalah.

Lah kalau sebentar-sebentar menyusu? Hehehe

Serius mak!

Iya, apalagi kalau anak udah nyusu dan si emak gak berkutik gak bisa ngapa-ngapain. 

Bete.

Sebenernya fase menyusui sangat bagus untuk mentransfer banyak doa kebaikan. 

Namun, karena capek dan bosan. Lama-lama...

eh ketiduran
Kalo gak maen hp.

Wkwkwk
True story.

Belom lagi kalau anak suka gigit gigit pakai giginya yang kecil-kecil cabe rawit itu.....

 Pedas!

Nah, ini perjuangan banget. Gak mudah pak...

gak mudah.....


Jadi, ada 3 fase yang tidak tergantikan oleh emak-emak dalam menjaga titipan Allah ini.

Begitupun Rasulullah menyebut sampai 3 kali.

Dan masih banyak sebenarnya hikmah dibalik Rasulullah menyebutkan IBU sampai 3 kali. 

Sementara pengetahuan kita terbatas.


Wallaaahu a'lam bis sowab.

Post a Comment

Previous Post Next Post