SUBUH TERAKHIR


 

Sudah sangat lama ku tak pernah menggoreskan bait-bait syair...


Benar, bahwa cinta mampu merubah siapa saja menjadi pujangga yang mahir...


Dan sebagaimana cintanya rakyat kepada pahlawan tanah air...


Sehingga nama-nama mereka, dimanapun selalu terukir...


Begitupun cintaku kepada papah yang telah meninggalkan dunia sesuai takdir...


Sehingga blog lamaku, ummi Gayo telah ku gilir ...


Menjadi blog baru yang tersemat namamu untuk menjadi takrir...


Papah wafat dalam keadaan tenang tanpa didahului rasa sakit yang membuat khawatir...


Sebab, sebelumnya papah sehat walafiat hingga tiada terfikir...


In syaa Allah, papah pulang dalam keadaan berdzikir...


Karena papah wafat, 15 Juni 2021 setelah solat subuh jamaahnya yang terakhir...


Yang ku tahu, papah sangat mencintai shalat terutama berjamaah dimanapun papah hadir...


Aku ingat, papah tidak jarang dicibir...


 "percuma shalat" kalau masih sering tergelincir...


Namun, yang kutahu amalan kita akan dilihat di akhir...


Maka, setelah ku menafsirkan kepergian ruh yang semilir....


Aku semakin yakin, ternyata benar bahwa sholat adalah amalan yang tidak bisa disingkir....


Aku pun salut kepada papah dan mamah yang sukses mempertahankan rumah tangga, dengan ujian luar biasa getir...


Sungguh, kesabaran itu tidak hanya di bibir...


Aku sebagai anak sadar, papah tidak butuh derasan air mata hingga banjir...


Maka, ku hadiahkan papah bacaan Qur'an dan doa yang kan selalu mengalir...


Bogor, 27 Juni 2021


Novia Fajriani Putri Bin Yaskarnaili





Post a Comment

Previous Post Next Post