Dahulukan mana cinta kepada Allah atau cinta kepada Rasulullah?
Ada 2 cinta dalam pernyataan tersebut. Cinta Rasulullah karena Allah. Itu yang tepat.
Jadi, tidak bisa Rasulullaah itu menjadi tandingan Allah.
Diluar sana sebagian orang banyak yang bilang.
"Cinta Rasulullaah , cinta Rasulullaah terus. Allah nya mana?"
Orang yang berkata seperti ini berarti ia sedang sakit. Karena tidak ada pengkhususan cinta Allah dan Cinta Rasulullah.
Jika ada, berarti dia telah menduakan Allah. Sementara, rangka kita mencintai Rasulullah sudah termasuk dalam kategori mencintai Allah.
Tidak mungkin orang yang benar-benar mencintai Rasulullah itu membenci Allah. Begitupun sebaliknya.
Ada pada zaman Nabi, orang-orang kafir yang senang dengan Rasulullah karena telah diberi kebaikan yang banyak. Namun, dia tidak mencintai Allah. Berarti dia tidak benar-benar mencintai Rasulullaah.
Baca nanti: Kado dari Rasulullah untuk Wanita
Jadi, mencintai Rasulullah adalah buah dari mencintai Allah. Itu adalah cinta yang sesungguhnya.
Kita mencintai Rasulullah karena Allah pun memerintahkan untuk mencintai Rasulullah.
Cinta itu datang karena kenal. Sebagaimana ketika kita mencintai pasangan kita, ya karena sudah kenal. Bukan karena dibuat-buat di lisan.
Bukan mencintai karena pura-pura berkata " aku mencintai engkau ya Allah , apa yang engkau beri untukku? "
Sejatinya itu sedang tidak cinta. Tapi, berbohong.
Kita cinta Allah karena kita kenal Allah. Sebagaimana kita yang telah mengenal pasangan cinta. Bisa cinta, karena sudah pernah kenal bukan?
Dan sungguh Allah sudah sangat banyak memberi nikmat kepada kita.
Allah berikan kita rasa ngantuk agar bisa merasakan nikmat tidur.
Allah berikan kita rasa lapar agar bisa merasakan nikmatnya makan.
Dan masih banyak lagi kenikmatan yang Allah berikan agar kita senantiasa bersyukur.
Jadi, ketika kita bisa bersyukur atas nikmat Allah berarti kita kenal dengan Allah dan berarti kita auto loving of Allah. Dan perasaan cinta itu tidak bisa disandingkan oleh siapapun.
Segala sesuatu yang bukan karena Allah adalah sia-sia. Percuma saja. Termasuk dalam hal cinta .
Mencintai Rasulullah karena Allah.
Mencintai suami karena Allah.
Mencintai istri karena Allah.
Mencintai anak-anak karena Allah.
Mencintai orangtua karena Allah.
Kita saling cinta-mencintai karena Allah.
Jangan sampai kita mendua dalam hal cinta-mencintai ini.
Jadi, ingat Rasululullah kemudian kita menjalankan sunnahNya sudah dipastikan kita juga menjalankan kewajiban yang Allah perintahkan. Itulah tanda cinta kepada Rasulullaah yang sesungguhnya.
Wallaahu a'lam bish showab
Sumber ilmu:
resume saya dari kajian online bersama Buya Yahya di Al Bahjah TV
Tags:
Edukasi
