Jasad Mulia Rasulullah
Ada sebagian yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad perlu dimuliakan karena ada wahyunya. Sebelum mendapatkan wahyu Nabi Muhammad tidak perlu dimuliakan. Dia manusia biasa. Karena dia tidak pernah membaca hadits Nabi dengan hati.
Kalau orang membaca hadits Nabi dengan akalnya tidak akan menemukan kelezatan. Disaat mengagungkan Rasulullah, apakah mereka lupa bahwa Nabi Muhammad sangat diagungkan oleh para sahabat nabi. Dan yang diagungkan bukan saja wahyunya saja. Tapi, juga jasadnya juga dimuliakan.
Nabi Muhammad dimuliakan Allah bukan saat menjadi nabi saja. Sebelum jadi nabi pun dimuliakan.
Apakah mereka itu tidak membaca sejarah. Nabi Muhammad saat berada dalam kandungan pun tidak pernah merepotkan Ibundanya. Disaat Nabi Muhammad terlahir, Halimah Sa'diyah mencari bayi untuk disusui tapi tidak menemukannya. Tidak laku dikalangan bayi orang kaya. Karena dianggap Halimah Sa'diyah itu tidak segar, kurang sehat, sehingga tidak mempunyai air susu yang banyak dan berkualitas.
Akhirnya, Halimah mendapat bayi yang akan disusui. Anak seorang fakir yang yatim. Bayi itu adalah Nabi Muhammad. Saat Halimah Sa'diyah memeluk Nabi Muhammad kecil, saat kulitnya menempel dengan kulit Halimah Sa'diyah Allah memberikan air susu yang banyak melebihi air susu ibu-ibu yang lainnya. Kemudian ada juga sejarah pernah dipayungi oleh awan selama berjalan. Dan masih banyak kisah lainnya.
Ini adalah suatu bukti bahwa ada kemuliaan pada Rasulullah. Sementara kalau orang tidak paham dengan hatinya, maka akan dikatakan "kultus".
Tags:
Edukasi