Hidup minimalis itu bukan berarti gak boleh beli barang mahal. Kalau punya uang berlebih pastinya.
Syaratnya adalah harus mempertimbangkan harga / jmerk demi kualitas, itu baru baik.
Tapi, kalau mempertimbangkan merk demi gengsi, itu baru konyol.
Prinsip hidup minimalis itu, pikirkan sebelum belanja itu " apa yang membuat barang yang harganya A dengan B berbeda hingga bisa seperti langit dan bumi? "
Prinsip hidup minimalis itu bukan masalah gengsi. Tapi, kualitas. Catet!
Jaman sekarang, beli handphone sudah seperti beli baju. Tiap merk hp rajin mengeluarkan tipe-tipe atau model-model smartphone terbaru.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk membeli handphone?
Kuncinya adalah jangan terburu-buru dan sesuaikan dengan kebutuhan kita.
Handphone mahal belum tentu sesuai dengan apa yang kita butuhkan.
Kadang orang tidak mau ketinggalan tren dan teknologi demi gengsi.
Malu dan merasa harus ganti handphone karena teman-temannya sudah pakai gadget model terbaru.
Padahal ujung-ujungnya hanya dipakai untuk foto-foto dan main medsos tok. Tanpa ada kebutuhan yang lainnya.
Demi gengsi tidak peduli membeli handphone mahal-mahal yang harganya akan anjlok dalam setahun atau dua tahun ke depan.
Tidak peduli jika handphone yang lama sebenarnya tidak ada masalah apapun selain kebanyakan file foto yang tidak rela dihapus.
Semuanya demi gengsi dan mengikuti ego atau keinginan semata.
Mungkin untuk sebagian orang, handphone itu murah dan bisa kita ganti atau beli kapan saja.
Masalahnya, bukan semata-mata karena harga yang murah, namun kesadaran kita untuk hidup sesuai kebutuhan.
Sekali lagi, pikirkan matang-matang.
Urgent banget gak sih buat beli?
Terus kalau gak dibeli apa saja efek buruk yang kita dapatkan?
Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, karena kebutuhan kita berbeda-beda.
