27 Hal Menakjubkan tentang Ibnu Sina Pemuda Millenial Harus Tahu

 

Hal Menakjubkan tentang  Ibnu Sina Pemuda Millenial Harus Tahu

27 Hal Menakjubkan tentang  Ibnu Sina Pemuda Millenial Harus Tahu

1. Keluarga besar dari Ibnu Sina umumnya bekerja pada pemerintahan di masa itu, termasuk ayah dari Ibnu Sina. 

2. Ibunya, bernama Setareh berasal dari Bukhara (SANGAT SULIT MENCARI INFORMASI LEBIH MENDALAM TENTANG IBUNDA IBNU SINA INI)

3. Ayahnya bernama Abdullah seorang pegawai tinggi pada masa Dinasti Samaniah (204-395 H/819-1005 M). Pada saat kelahiran Iobnu Sina, ia adalah seorang gubernur di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur (sekarang wilayah Afganistan)

4. Namun, ayah dari Ibnu Sina juga merupakan seorang pendidik diluar pekerjaan utamanya sebagai pegawai pemerintahan. 

5. Pada masa itu tidak banyak orang yang mengenyam pendidikan yang cukup tinggi, dan biasanya orang dengan tingkat pendidikan tinggi lebih banyak dari orang-orang di lingkup pemerintahan.


ibnu sina caraa belajar

6. Lingkungan keluarganya memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Ibnu Sina belajar Al-Quran dan sastra dari ayahnya.

7. Ayah dari Ibnu Sina bahkan juga mendatangkan guru Al-Quran, tujuannya agar Ibnu Sina belajar lebih dalam mengenai Al-Quran dan membantu Ibnu Sina dalam menghafal Al-Quran.

8. Ibnu Sina, selain mempelajari sastra dan Al-Quran, dirinya juga mempelajari bidang keilmuan lainnya, seperti matematika, geometri, fikih, sains, dan kedokteran. 

9. Saat masih kanak-kanak, beliau telah belajar ilmu tafsir, ushuluddin, dan tasawuf. 

10. Itulah mengapa, tidak heran jika Ibnu Sina saat masih belia, dia sudah lebih cerdas dibandingkan anak-anak seusianya.

anak kecil belajar

11. Di usia 5 tahun, Ibnu Sina telah belajar menghafal Alquran. pada saat Ibnu Sina berusia 10 tahun, dirinya sudah mampu menghafal Al-Quran.

12. Selain menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama.

13. Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Secara otodidak. Namun, literatur sejarah lain juga menuliskan bahwa Ibnu Sina berguru kepada Ali Abi Sahl Al-Masity dan Abi Mansur Al-Hasan Ibn Nuh Al-Qomary.



PENDAPAT IBNU SINA TERKAIT PENDIDIKAN

14. Tujuan pendidikan harus diarahkan pada pengembangan seluruh potensi yang dimliliki seseorang ke arah perkembangan fisik, intelektual, dan budi pekerti. 

15. Selain itu tujuan pendidikan harus diarahkan pada upaya mempersiapkan seseorang agar dapat hidup di masyarakat dengan melakukan pekerjaan atau keahlian yang dipilihnya sesuai dengan bakat, kesiapan, kecenderungan, dan potensi yang dimilikinya.

16. Ibn Sina membedakan tahap pendidikan: 
pendidikan di rumah
pendidikan di bawah seorang guru (mu’allim)
 keduanya saling melengkapi.

17. Tujuan pendidikan awal :
 memperkokoh keimanan
membangun karakter dan kesehatan yang baik 
memberantas buta aksara
mengajarkan cikal-bakal berpikir yang benar
mempelajari kerajinan. 

18. Guru harus dipilih secara teliti karena akan sangat berpengaruh pada karakter siswa.
Guru harus saleh, bermoral, lembut, berpengetahuan luas, pemilik kebijakasanaan (hikmah) 
mampu menghayati karakter siswa dan menilai bakat mereka supaya mampu memberi saran tentang lanjutan pada tahap  kehidupannya.



CARA BELAJAR IBNU SINA


19. Ia sebenarnya jarang melakukan eksperimen, namun Ia lebih mengandalkan petunjuk Allah. 

20. Saat Ia menemui suatu masalah saat belajar, Ia akan meminta petunjuk kepada Tuhan dengan berdoa ataupun sholat malam. 

21. Ia mengaku sering mendapat jawaban dari Allah, entah itu lewat mimpi atau ide yang tiba-tiba muncul dalam pikirannya. Dan cara belajar itu Ia tuangkan dalam karyanya al-Qanun fit-Thibb.
Tiap malam Ibnu Sina sibuk menulis dan membaca. Ketika suntuk dan ngantuk, ia minum secawan minuman hingga mampu kembali untuk membaca.

22. Cara belajarnya sangat sederhana, hanya belajar secara teoretis dan sedikit eksperimen. 

23. Jika ingin menjadi orang yang cerdas, silahkan tiru Ibnu Sina.

"Kenapa Ibnu Sina? 

         "Beliau itu kalau tidak paham masalah, beliau datang ke masjid sujud minta kepada Allah SWT. Disamping meminta kepada Allah SWT,. "Kalau pingin cerdas yang rajin shadaqah. Insya Allah akan dijadikan Allah menjadi orang yang cerdas. Hal ini merupakan rahasia dari Ibnu sina," *
*KH Imam Mawardi saat memberikan tausiah pada acara Nuzulul Qur'an 1436 H serta menyongsrahasia bagi orang yang ingin cerdas selanjutnya yaitu suka bershadaqahong Muktamar ke-33 NU, di gedung Rahmatul Ummah Sidoarjo, Senin (29/6) malam)




AKHIR HAYAT IBNU SINA

24, Beliau diserang penyakit, dan dalam keadaan yang demikian itu ia berkata: Segala tenaga pengatur kekuatan tubuhku sudah lumpuh sama sekali, dan segala pengobatan sudah tidak berguna lagi.

25. kemudian mandi dan bertobat kepada Allah, menyedekahkan segala kekayaannya kepada kaum fakir, memaafkan setiap orang yang pernah menyakitinya, membebaskan para budaknya, membaca al-Qur’an sehingga khatam 3 hari sekali, sampai ia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

26. Ibnu Sina pun wafat pada hari Jum’at bulan Ramadhan pada tahun 428 H, bertepatan dengan tahun 1037 M, pada usia 58 tahun dan dimakamkan di Hamadan, Iran.

27. Ibnu Sina dikenang sebagai ulama yang sangat produktif dalam melahirkan karya tulis yang sangat fenomenal, meskipun ia sibuk dalam pemerintahan dan tugasnya sebagai dokter. 

Lalu, kita mau dikenang seperti apa ?




Disusun oleh : Novia Fajriani Putri

Referensi:








1 Comments

Previous Post Next Post