Gaya Hidup Slow Living untuk Meraih "Bahagia" Beneran

 



Hidup rasanya udah kayak robot dengan segala rutinitas atas nama "mengejar kesuksesan" sampai mengorbankan kesehatan fisik dan mental.

Bahkan banyak yang mengorbankan kehidupan berke"Tuhan"an dan kehidupan sosial dengan orang-orang yang berada didekat kita.

Nah, sekarang lagi nge-Tren nih dengan istilah "Slow Living". Entah, darimana istilah itu berasal. Slow Living ini selaras banget dengan ajaran Islam tentang tumaninah.

Bedanya kalau tumaninah itu dalam solat, kalau slow living ini dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kita melakukan pola hidup slow living ini kita akan ngedapetin tuh bener-bener manfaatnya berzikir atau mengingat Allah setiap saat.

Pernah dengar begini, "saya udah zikir kok tapi gak mempan. Hati saya masih belum tenang ?"

Nah, mungkin pola hidupnya juga belum pakai metode "Slow Living" ini tadi.

Saya sendiri tertarik banget sama konsep slow living ini dan sampai saat ini masih belajar dan berlatih.

Saya yakin hidup bisa jadi lebih tenang dan menyenangkan banget karena dalam slow living ini kita bisa lebih fokus, ora kesusu (Jawa), menghargai proses dan mensyukuri hidup.

Saya yaQin dengan slow living ini kita juga bisa lebih dekat terus dengan Allah tanpa harus meninggalkan dunia 100%.

Jadi, gimana sih cara menjalani hidup ala slow living ini?

Sebenarnya,  nggak ada aturan baku tentang slow living ini sebab setiap orang punya waktu dan kepentingan yang berbeda.

Cara menjalani slow living itu sendiri dikembalikan ke pribadi yang menjalaninya. Gimana enaknya aja.

Namun, ada beberapa poin-poin penting yang saya tangkap dan bisa kita lakukan dengan slow living, sbb:


1. Menikmati hal yang kita kerjakan.

Seperti bangun pagi, mandiin anak, mijitin istri, menjemput anak ke sekolah, nyuci piring, ngasuh anak, jalan-jalan nikmatin semuanya sekecil apapun itu.
 
Berusaha menikmati hal yang memang nikmat namun sering lupa kita nikmati.

Kita sering lupa menikmatinya sepenuh hati karena mungkin melakukannya sambil scrolling sosmed, sibuk selfie, dll.

2. Menyadari keberadaan.

Seringkali kita kalau ngelakuin sesuatu yang sifatnya rutin tiap hari (begitu-begitu aja) udah kayak zombie ngelakuinnya. 

Artinya kita tidak benar-benar menyadari keberadaan diri kita dan apa yang kita lakukan saat ini.

Sering kali, kita terlalu sibuk dengan entah apa yang ada dalam pikiran kita sendiri sampai-sampai badannya dimana, pikirannya kemana.

Persis banget ini mah saat kita lagi solat, hehe.

3. Single Tasking
Biasanya mampu "multitasking" dianggap sebagai sesuatu yang WOW dan keren.

Slow living justru mengajak kita untuk fokus pada satu aktivitas yang sedang kita lakukan.

Ini sejalan dengan Firman Allah dalam Surat Al Insyirah ayat 7 artinya "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain"

Misalnya kalau lagi mijitin istri ya mijit aja, nggak usah sambil scroll-scroll. Kalau lagi liburan sama temen-temen atau anak-anak ya udah main gak usah sibuk foto-foto terus.

Kalau biasanya naik angkot atau naik kereta sambil pusing mikirin kerjaan, coba fokus sama keadaan yang lagi terjadi di tempat kita berada saat itu.

Dengan begitu kita bisa lebih menikmati, dan bisa lebih memperhatikan setiap detil yang tadinya mungkin terlewatkan.

4. Menghargai ketenangan. 

Orang-orang yang menjalani slow living-nya udah sampai level dewa tuh biasanya hidupnya ringan, santai, dan selow banget.

Karena mereka kalau waktunya istirahat ya istirahat, bekerja ya bekerja, nggak sambil curi-curi nonton Youtube.

Beberapa orang juga membatasi kehidupan digital dan unfollow toxic di sosial media.

Malah ada yang berhenti main sosial media sama sekali karena mereka ngerasa sosmed isinya lebih banyak toxic-nya daripada bagusnya.

Dengan menghargai ketenangan kita jadi punya lebih banyak "me time" dan terkoneksi sepenuhnya dengan diri kita. 

Ketenangan yang mereka rasain ini kebawa juga ke kehidupan sosial mereka.

Jadinya nggak gampang marah, nggak gampang judge orang, dan lebih sabar.

Karena mereka tau setiap orang memang diciptakan berbeda dan punya cara pandang yang berbeda.

5. Santai tapi penuh komitmen. 

Slow living bukan berarti santai dalam artian cuek, malas-malasan, nggak peduli atau liat gimana nanti aja deh.

Slow living justru bisa bikin kita lebih fokus dengan apa yang pengen kita lakukan.

Dengan menjalani slow living ini kita bisa lebih menghargai proses untuk mencapai tujuan kita.

Orang-orang yang menjalani slow living ini serius banget saat berkarya atau melakukan suatu pekerjaan, karena mereka menikmatinya dan tau gimana caranya bersenang-senang dengan apapun yang mereka lakukan.

6. Tau prioritas. 
Slow living artinya melakukan hal-hal yang perlu dilakukan.

Dengan memiliki kesadaran penuh akan setiap pekerjaan yang dilakukan, bakal lebih mudah bagi kita untuk tau apakah suatu pekerjaan penting mendapat perhatian kita atau tidak.

Tau prioritas di sini termasuk juga dengan aktivitas yang berhubungan dengan fisik dan mental.

Kalau capek ya istirahat, kalau lapar ya makan, kalau sedih ya menangis, dan sebaliknya kalau memang nggak perlu ya nggak usah dilakuin. 

7. Berdzikir di setiap menikmati nikmat.

Nah, disaat sedang menikmati hal-hal yang kita jalani seperti yang dibahas dalam poin-poin sebelumnya, kita lantunkan dzikir dalam hati atau lisan dengan nada yang lirih ataupun lantang. Menyesuaikan kondisi saja.

Dzikir atau dalam arti mengingat Allah bebas bentuknya apa saja. Bisa surat-surat yang sudah kita hafal, bisa istighfar, bisa shalawat, dll.

Dan boleh dalam keadaan apapun kecuali di tempat yang jorok (dalam hati saja)

Mau halangan atau tidak, kalau berdzikir itu boleh. Lain halnya dengan sholat, puasa, atau membaca Alquran yang memiliki rukun-rukun dan syarat tertentu.

Sekian poin-poin penting tentang "Slow Living" yang bisa saya bagikan. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Silahkan ambil positifnya dan semoga dapat memberikan manfaat untuk kehidupan kita semua.

Stay healthy !

7 Comments

  1. Aku termehek bagian, " mijitin istri ya mijitin, jangan sambil scroll " hehehe, bapake kaya gitu 😂😂 gemes kadang Yaaa, wkwkwk.
    Etapi tentang slow living aku juga pengen banget menjalani keseharian kaya gini kak. Setuju dengan kakak, agar bisa menikmati hidup dan buatku sih gak banyak ngomel 😂
    Menikmati mandiin anak, nyuapin, nemenin PJJ, nemenin main dan juga bagian beres beres rumah yang selalu berantakan 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa Khaaan pijitannya jadi kurang berasa greget ya kak Eka....hahaha

      Delete
  2. Aku sering banget begini nih mbak, badan kemana pikiran kemana😂 meski sebetulnya kondisi lagi nggak sibuk-sibuk amat, rasanya pikiran penuuhh aja. Pusing terus. Mungkin bisa jadi karena kurang fokus dengan situasi yg lagi dihadapin sekarang. Misal lagi nyapu, ya asal nyapu, nggak bener-bener fokus. Jadi kurang menjejak ke bumi pikirannya, huhu🙈

    Btw, aku suka banget mbak kutip beberapa ayat dari Al-Qur'an. Jadi bikin aku pribadi sebagai pembaca merasa ada yg tuntun, dan secara nggak langsung sadar, banyak aspek dalam hidup kita dari yg paling sepele pun semua ada pedomannya dalam Islam😍 Salam kenal yaa mbak Novi😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Berhubung istilah ini lagi booming dari barat jadi aku bawa ayat Qur'an supaya lebih berasa di akunya sebagai muslim

      Delete
  3. Bagus bgt artikel nya kak. Aku jga sedang menjalani ini. Ternyata ada istilahnya Slow Living 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, orang kita ah gak ada istilah Macsm ni . Tp bagus bgt sih ini marketing nya.

      Delete
  4. sangat inspiratif, baarokallaahu fiyk

    ReplyDelete
Previous Post Next Post