Menghadirkan Nabi dalam Kehidupan Kita -Seorang wali besar. Kunci suksesnya adalah nasihat ibunya.
"Jangan engkau mengamalkan sunnah Nabi, kecuali engkau membayangkan di mata dan hatimu Rasulullah. Kita minum dengan tangan kanan, itu sunnah. Yang diingat Rasulullah bukan hanya kitab hadits. Membiasakan dengan Nabi Muhammad"
Kita perlu dikoreksi, sebelum ngaku cinta Rasul tapi, ternyata tidak dikenali oleh Rasul karena saat di dunia tidak menghadirkan Rasulullah di dalam hati.
Baik, tiada kata terlambat. Dan mulai detik ini tidak ada yang merasa kecil hati, putus asa, sebesar apapun dosa yang pernah kita perbuat. Tenanglah, pintu maaf Allah luas. Yuk, kita buat perubahan !
Yang sudah berbuat baik, tambah lebih baik lagi. Yang sudah bermaksiat jangan putus asa. Allah Maha Pengampun.
Yang dikhawatirkan adalah kita melakukan dosa, belum ada penyesalan. Bahkan, bangga dengan dosanya. Kemudian keburu mati. Malah menjadi penghalang bersama Rasulullah.
Mungkin ada sanak saudara kita yang belum sempurna menutup aurat. Tapi, bisa saja di hatinya ada kerinduan kepada Rasulullah. Dia menangis dan berdoa dalam kesendiriannya.
Meminta pasangan yang menjadikannya menutup aurat, memperoleh tempat kerja yang menutup aurat, dan pikirannya selalu begitu.
Kita tidak boleh merendahkan siapapun. Kalau ada orang yang bermaksiat jangan kita merendahkannya. Kita tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya. Kita urus saja urusan diri kita sendiri hubungan kita dengan Rasulullah. Jangan merendahkan.
***
Sumber:
Kajian online bersama Buya Yahya di Al Bahjah TV
Kita tidak boleh merendahkan siapapun. Kalau ada orang yang bermaksiat jangan kita merendahkannya. Kita tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya. Kita urus saja urusan diri kita sendiri hubungan kita dengan Rasulullah. Jangan merendahkan.
***
Sumber:
Kajian online bersama Buya Yahya di Al Bahjah TV
Tags:
Edukasi