Nabi Muhammad dicintai bukan syari'at saja

 Akhlak Mulia Rasulullah


Akhlak Agung Rasulullah - Nabi Muhammad adalah makhluk agung, akhlaknya agung, manusia agung, mulia.

Pernah suatu ketika Ali bin Abi Thalib ditanya oleh kaum tabi'in yang tidak pernah melihat Rasulullah.

Sebelum menjawab, Ali balik bertanya "Apakah kalian ingin mendengar ceritaku tentang akhlak Rasulullah ?"

Dan mereka mengiyakan. Sebelum bercerita Ali bin Abi Thalib bertanya kembali, " Aku ingin tahu diantara kalian siapa yang bisa menjawab pertanyaanku tentang dunia, tolong ceritakan padaku tentang dunia".

Kemudian, para tabi'in itu  bertanya tentang dari sisi mana mereka harus menjawabnya. Dan Ali bin Abi Thalib menjawab terserah dari mana saja.

Semakin bingunglah para tabi'in untuk menjawab hal yang menurut mereka masih terlalu global. Terlalu besar.

Ali bin Abi Thalib kemudian berkata,

" padahal Allah pernah berfirman bahwa dunia itu sedikit, kecil saja kalian tak mampu untuk menjawabnya dan bercerita padaku. Lalu, bagaimana aku harus bercerita tentang Rasulullah yang Allah sendiri pernah menyebut Rasulullah memiliki akhlak yang agung. Bagaimana aku bisa bercerita tentang akhlak nabi sementara kalian saja tidak bisa menceritakan sesuatu yang lebih kecil dari itu "

Kurang lebihnya seperti itu, jadi saking cakepnya, saking bagusnya akhlak Rasulullah. Sulit untuk diucapkan dengan kata-kata.

Allah berfirman dalam surat Al Insyirah teruntuk Rasulullah. Wa rofa'na laka dzikrak. Telah kami tinggikan sebutan untukmu. Allah menyanjung Nabi Muhammad.

Akhlak Mulia Nabi


Keindahan majelis adalah ketika nama Muhammad disebut. Keindahan hati adalah ketika nama Muhammad disebut.


Nah, Rasulullah disanjung oleh Allah. Dan yang disanjung bukan sekedar syari'at. Maka, yang mulia dari Nabi Muhammad bukan perihal syari'at saja.

Sebagaimana ada sebagian orang yang salah paham akan Nabi Muhammad yang disanjung syari'at saja. Adapun jasad Nabi Muhammad adalah biasa, seperti kita manusia biasa.

Padahal, Rasulullah mulia lahir dan bathinnya. Jasad dan ruhnya. Risalah dan kebiasaan Rasulullah adalah mulia.


Rasulullah diagungkan sebelum beliau terlahir ke dunia. Rasulullah diagungkan saat beliau lahir. Rasulullah diagungkan saat beliau hidup dan sesudah wafat.

Dan Rasulullah diagungkan oleh Allah pada hari manusia dibangkitkan di Padang Mahsyar. Yang begitu maha dahsyat dan mengerikannya. Panas, menyeramkan. Sementara umatnya membutuhkan syafaat.

Allah bisa memberikan pertolongan langsung kepada umat yang ada di Padang Mahsyar. Akan tetapi, Allah ingin menunjukkan manusia mulia Nabi Muhammad. Manusia yang lain daripada lainnya. Sehingga seluruh umat ini digiring untuk bertanya pada Nabi Adam. Mereka ingin dimintakan keringanan.

Nabi Adam, tidak bisa dimintai pertolongan. Nabi Adam malu karena pernah memakan buah khuldi yang sangat dilarang oleh Allah.

Belum ada yang bisa, begitu seterusnya hingga sampailah mereka berbondong - bondong pada Rasulullah, Nabi terakhir.


Setelah Rasulullah melihat keadaan umatnya itu, beliau bersujud. Lalu, Allah meminta Rasulullah untuk mengangkat kepalanya dan akan mengabulkan apa saja yang beliau minta. Maa syaa Allah. Begitu cintanya Allah kepada kekasihnya, Rasulullah. Minta apa saja dikasih!

Semua umat Rasulullah akan mendapatkan syafaat udzma nanti.

Allah melakukan hal tersebut karena ingin menunjukkan betapa istimewanya Rasulullah.

Jadi, saat itu semua manusia dari generasi ke generasi bisa melihat keagungan Nabi Muhammad. Padahal, sebenarnya Allah bisa saja memberikan pertolongan secara langsung.

Dan begitulah Nabi Muhammad kita harus bisa memahami dan mengerti. Yang tidak paham, yang gagal paham adalah permasalahan hatinya yang tidak bisa melihat keagungan Rasulullah.

Dan pancaran keagungan  Nabi akan muncul dalam hal apapun yang berkaitan dengan Nabi.

Dalam suatu riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori, bahwa Nabi Muhammad tidak membuang dahaknya sebab keburu ditangkap oleh sahabat Nabi untuk diusapkan ke wajah mereka.

Bahkan, kalau Nabi potong rambut nih. Para sahabat berebut menangkap rambut Nabi.  Agar tidak diinjak umat dan untuk kemuliaan.

Dalam riwayat lain menyatakan bahwa ketika Nabi berwudhu' mereka berebut mengambil percikan air wudhu Rasulullah.

Cinta Rasul
Tolong jangan dibayangkan Rasulullah itu seperti tetangga kita atau teman sekolah kita ! Gak akan nyampe ya...

Kecintaan para sahabat kepada Nabi itu luar biasa. Sampai - sampai orang kafir bisa berkata seperti ini:

"Sungguh aku tidak pernah melihat orang mencintai seseorang  seperti sahabat Nabi mencintai Nabi Muhammad"

Dan kecintaan ini diterjemahkan oleh lidah mereka sendiri. Dengan sanjungan yang dahsyat seperti munculnya penyair-penyair seperti Hasan bin Tsabit dan yang lainnya. Kemudian juga dengan perilaku. Contohnya, Abu Bakar Ash Shidiq yang membela Nabi saat perang, saat hijrah. Sampai-sampai saat hijrah, Abu Bakar Shidiq bagai bodyguard Nabi tanpa diminta. Sebentar ke depan, ke kanan, kekiri, ke belakang Nabi Muhammad. Sampai Nabi Muhammad bingung. Lalu, apa tanggapan Abu Bakar yang luar biasa ?

"Aku takut bila tiba-tiba ada musuh datang menyerangmu. Biarlah aku terlebih dahulu yang diserangnya"

Dan begitu juga dengan sahabat-sahabat lainnya yang punya cerita bervariasi. Sampai setelah Rasulullah wafat pun begitu. Begini ceritanya....

Pada zaman khalifah Umar bin Khattab, ketika itu Abdullah bin Abbas berjalan di kota Madinah , akhirnya Abdullah bin Abbas menemukan sesuatu yang janggal dalam sebuah gang. Kemudian, mencari apa sebabnya. Rasanya, seperti ada sesuatu yang hilang gitu. Ada yang janggal. Apa ya?

Oh, ternyata Talang !

Talang itu adalah pancuran air. Tempat pembuangan air agar tidak terkena bangunan.

Nah, saat itu Abdullah bin Abbas bertanya kepada masyarakat setempat , " adakah yang melihat siapa yang menurunkan talang disana itu ? "

Dan ternyata yang menurunkan adalah khalifah, Umar bin Khatab. Kemudian, Abdullah bin Abbas bergegas pergi ke rumahnya Umar bin Khattab.

Catatan: Abdullah bin Abbas ini adalah ulama. Biarpun khalifah Umar bin Khattab adalah orang yang sangay baik, akan tetapi Abdullah bin Abbas tetap menjaga, tidak akan dekat dengan pemimpin kecuali jika ada hajat yang mendesak.

Ketika pintu diketuk dan terdengar suara Abdullah bin Abbas, Khalifah Umar kaget. Karena tidak biasanya datang, dalam benaknya pasti ada sesuatu yang amat penting.

Khalifah Umar bertanya tentang tujuan Abdullah bin Abbas datang kerumahnya. Lalu, Abdullah bin Abbas berkata, "mohon maaf wahai Umar, saya ingin bertanya apakah benar engkau yang telah menurunkan talang air yang ada di pojok kota Madinah itu ?"

Khalifah Umar lalu menghela nafasnya. Dia kira ada hal penting ternyata hanya sekedar talang dan bertanya kepada Abdullah bin Abbas, "ada apa dengan talang itu ?"

Abdullah menjawab, "Ketahuilah, aku masih ingat yang memasang talang itu adalah Rasulullah"

Setelah mendengar jawaban itu, khalifah Umar gemetar dan memastikan, "benarkah yang memasang talang itu adalah Rasulullah ?"

Abdullah mengiyakan karena dia juga ikut membantu dalam pemasangan talang air itu. Kemudian, Umar langsung mengajak untuk memasang talang tadi kembali saat itu juga.

Kemudian mereka pergi ke gudang tempat talang tadi disimpan. Saat Abdullah ingin bantu membawanya, Umar bin Khattab menolaknya karena beliau ingin yang membawanya sendiri. Meski dia seorang khalifah. Bahkan, sampai beliau menyuruh Abdullah naik ke atas pundaknya untuk memasang talang. Beliau rela meski beliau adalah seorang pemimpin tidak gengsi untuk memasang sebuah talang air yang sangat remeh. Namun, disebabkan talang tersebut ada kaitannya dengan Rasulullah, Umar bin Khattab rela. Rela !

Urusan talang saja bisa jadi besar karena ada kenangan disitu. Dan masih banyak sekali kisah para sahabat yang ketika melihat sesuatu benda mati saja tidak hidup, membuat para sahabat menangis. Karena ada banyak kenangan tentang Rasulullah disana. Dan inilah makna kecintaan.

Cinta Rasul


Begitu saking sayangnya para sahabat kepada Rasulullah.
Saking nge-fans nya gaes.

Jika dibandingkan para pemuda zaman sekarang yang nge-fans dengan K-Pop saya rasa, tidak ada apa-apanya.

Ketahuilah, bahwa benda mati peninggalan Nabi tidak menjadikan syirik. Akan tetapi, peninggalan Nabi mengingatkan seseorang kepada Rasulullah.

Ketahuilah, seandainya rumah Rasulullah masih ada sampai sekarang. Akan ada pelajaran sangat besar bagi kita untuk belajar tetap tawadhu'.

Hasan Bashri berkata, " Seandainya, umat di masa yang akan datang nanti itu melihat rumah Rasulullah. Cukup dengan melihat rumah Rasulullah dia akan mendapatkan ilmu bagaimana ketawadhuan, kesederhaaanan, akhlak mulia. Cukuplah dengan melihat rumah Rasulullah.

Lalu, kemana sekarang? Katanya dihancurkan. Takut syirik, dsb.

Ketahuilah bahwa peninggalan Nabi tidak menyebabkan syirik, akan tetapi itu adalah kenangan tentang Rasulullah.

Rasulullah diagungkan dari masa ke masa, di dunia dan di akhirat.

****

Sumber :
Kajian online bersama Buya Yahya di Al Bahjah TV

Post a Comment

Previous Post Next Post