Keistimewaan Rasulullah...
Kali ini keistimewaan terkait urusan dihadapan Rasulullah didalam penyebutan nama beliau. Nama yang perlu kita mengagungkannya.
Dalam Al Qur'an Allah jika menyebut Nabi itu biasanya to the point. Langsung menyebut namanya.
Yaa Nuuh !
Yaa Muusa !
Yaa Yahya !
Yaa Zakriyya !
Dsb...
Dan ternyata, khususon Nabi Muhammad Allah tidak pernah memanggil langsung nama beliau. Kecuali dibarengi dengan gelar.
Misal, muhammadun rasulullaah.
Atau dengan sifat.
Yaa ayyuhal Muzzammil, Muddatsir.
Mesti ada sebutannya.
Hal ini memang menunjukkan bahwa Rasulullah adalah Nabi yang diistimewakan oleh Allah.
Maka dari itu, kalau Allah saja menyebut Rasulullah itu mengajari kita untuk beradab, untuk hormat, bagaimana dengan kita yang tidak menyebut Rasulullah dengan gelar-gelar kemuliaannya?
Beri gelar, yaa Rasulallaah...
Yaa Habiiballaah ..
Sayyiduna...
Dalam keseharian kita saja kepada tetangga, pakai gelar.
Pak Haji Budi...
Bu Hajjah Ani....
Dsb...
Yah, paling tidak seperti itu gaes...
Rasulullah, namanya agung di langit dan di bumi.
Jaman dulu, para Salafus Saleh jika ada yang menyebut Rasulullah dan mereka mendengarnya pasti ada perubahan dalam dirinya. Yang biasanya tersenyum, ketika mendengar nama Rasulullah pasti raut wajahnya menampakkan kerinduan yang mendalam. Bahkan, bisa sampai menangis saking rindunya.
Ibarat seorang anak yang baru ditinggal emaknya yang amat disayang. Ketika ada yang membahas ibunya, mesti sang anak akan berubah raut wajahnya yang semula biasa saja.
Jadi, ada kerinduan yang mendalam. Berbeda dengan orang zaman sekarang. Malahan, ada yang menjadikan nama Rasulullah adalah guyonan, bahan becandaan. Na'uudzubillaah.
Bagaimana penghormatan kepada Rasulullah ?
Sebutlah dengan pengagungan, sebutlah dengan penghormatan.
Yuk, mari kita tingkatkan kerinduan kita terhadap Rasulullah SAW !
***
Referensi:
Kajian Online bersam Buya Yahya di Al Bahjah TV
Tags:
Edukasi