Jangan jadi peramal anak orang dan anak sendiri

Bismillah.

Sekian lama hampir sebulan saya tidak nge-blog.

Kali ini saya tidak membuat resume nasihat dahsyat para guru yang mulia. Hanya opini sederhana dari Al Faqir ini saja. Maaf jika tidak sesuai dengan opini yang lainnya.

Peramal. Meramalkan masa depan. Beda dengan mendoakan. Meramal itu sok tahu padahal belum pasti terjadi. Mendoakan itu berharap dengan yakin semoga terjadi.

Dari saya gadis, sering melihat wanita berkata terhadap anak orang lain bahkan anaknya sendiri dengan ramalan yang kurang baik.

 Meramalkan apa?


√ Wah, ini anak gedenya bisa jadi penjahat kelas kakap nih
√ wah nih anak gedenya kaya gini nih, kecil nya aja begini gimana gedenya
√ Calon orang melarat
√ Besarnya bakalan jadi anak cengeng
√  Nih bayi bakal jadi orang judes
√  Nih, bakal malu-maluin orang tua gedenya

Dan sejenisnya.

Well, meskipun kita memang melihat tanda-tanda kurang baik saat masa kecilnya dan berpeluang ke arah yang kita duga. Jangan berpikir se-ekstreem itu lah. Sangat gak perlu meramalkan nasib orang dimasa tua nya. Lebih nikmat diganti dengan nasihat yang membangun atau doa yang bermanfaat dan berfaedah. Karena kenapa?

Apakah kita bisa meramalkan dulu saat Ummar bin Khattab anak yang nakal bahkan kafir dan saat sudah dewasa saja seorang penjahat itu bisa menjadi Muslim yang taat bahkan jadi sahabat manusia paling mulia, baginda Rasulullah SAW.

 Apakah kita bisa meramalkan dulu saat syeikh As Sudais masa kecilnya nakal sekarang menjadi imam besar masjidil haram?

Apakah kita bisa meramalkan alm. Uje ketika beliau sedang masa-masa kelamnya yang sangat memalukan keluarga bisa menjadi seorang dai yang terkenal ?

Saya rasa jika kita yang meramalkan saat -saat kelam itu tidak bisa dan tidak yakin.

Maksud saya disini tidak memubahkan perbuatan nakal anak-anak kita yaa...

Tapi, saya dan anda bisa meminimalisir itu semua dengan ucapan. Apalagi jika kita sebagai orang tua bahkan ibu. Ucapan gak sengaja saat marah saja bisa dikabulkan Allah.

Saya dan anda perlu ingat. Bahwa, mulut ibu adalah senjata ampuh. Gunakan senjata ini dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Bisa untuk doa atau sumpah. Untuk yang lainnya jangan sampai kita meramalkan nasib dengan kalimat negatif yaa...

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang istiqomah dalam kebaikan.

Aamiin

4 Comments

  1. MasyaAllah suka bacanya.

    Kalau ramalan orang lain ke anak kita ke arah kebaikan gimana? Misal "wah anakmu gedenya pinter nih"

    Kadang bikin kita sebagai orang tua ge er sih. Tapi seneng. Karena baik ya alhirnya mengaminkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bun, maksud saya ramal2 yg gak baik gitu bun. Kalau yg baik lebih niatnya ke doa dan harapan biasanya :) terimakasih sudah berkunjung, senang sekali:)

      Delete
  2. iya nih kadang suka sebel kalau ada yang "meramal" anak kita berdasarkan ciri fisik atau apapun itu. ya kalau diramal bagus nggak papa, kadang diramalnya jelek. heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heu heu... Yah, yang sabar deh :) terima kasih sudah berkunjung, senang sekali :)

      Delete
Previous Post Next Post